Tetap Tersenyum Meski Tak Bisa Mendapatkan Beasiswa

Tetap Tersenyum Meski Tak Bisa Mendapatkan Beasiswa

Bertemu Kawan Pencari Beasiswa di Jakarta

Dulu waktu mengikuti wawancara beasiswa Turki aku bertemu dengan seorang kawan yang sebut saja namanya Dina. Dia juga mengikuti wawancara beasiswa Turki di Jakarta di kedutaan Besar Turki.

Sebelumnya kami para mahasiswa yang ikut wawancara beasiswa sebenarnya sudah komunikasi dalam satu grup. 

Jadi ketika pertamakali bertemu di tempat kami serasa belum kenal. Namun ketika sudah ngobrol dan perkenalan, ternyata orangnya ndk asing, karena memang anggota dalam satu grup.

Waktu itu wawancara untuk beasiswa Turki dilaksanakan selama 3 hari. Jadi ada kawan yang wawancara pada hari pertama, kedua dan ketiga secara terpisah.

Meskipun kami terpisah wawancaranya, namun ngobrol dan saling kasih kabar pun tetap berlanjut di grup wa. 

Proses Wawancara

Siswa dan mahasiswa yang hendak mengikuti tes wawancara mendapatkan undangan yang berisi jam kapan mereka harus wawancara. 

Aku pun bersama beberapa teman, termasuk Dina mendapatkan jam yang hampir sama. Jadi kita bertiga berada dalam ruangan untuk mengikuti wawancara. 

Kawan-kawan yang lain menunggu di luar gedung karena memang hanya beberapa orang saja yang boleh masuk. Setelah wawwancara pun harus segera keluar, tak boleh berlama-lama di sana.

Dina dipanggil duluan, untuk masuk ke ruang lainnya. Dan di sana dilaksanakan wawancara selama kurang lebih 5 atau 10 menit. Tak tahu pasti berapa lama, karena saat menunggu dengan perasaan gugup itu meskipun sebentar terasa lama.

Aku mendengar sedikit suara dari Dina saat dia mengikuti tes wawancara beasiswa itu. Wawancara menggunakan bahasa Inggris.

Ternyata Dina Gagal

Setelah tes selesai kami sempat ngobrol bersama tentang bagaimana tesnya tadi. Waktu itu aku tes wawancara setelah Dina.

Kata Dina kok aku wawancaranya lama sekali. Padahal aku sendiri tak merasa terlalu lama.

Dina menjelaskan kalau dirinya sedikit kurang puas pada tesnya itu. Aku pun juga merasa seperti itu. Tapi yang pentingkan kita sudah berusaha sebaik mungkin.

Sebulan pun waktu telah berlalu. Kami semua menunggu dengan cemas pengumuman wawancara yang telah dilangsungkan di Jakarta itu.

Beberapa teman malahan sudah mengikuti perkuliahan di Indonesia. Karena kalau menunggu hasil pengumuman yang tak jelas, kalau tidak diterima kan ya tak terlalu bermasalah kalau sudah mengikuti perkuliahan.

Daripada ndak daftar kuliah di Indo dan tak diterima beasiswa kan rugi dobel.

Dan Dina pun sms aku pas ada pengumuman itu. Gimana kamu keterima ndk? Iya jawabku, Dina pun mengakatan kalau dirinya tak diterima. 

Tapi Dina pun menjelaskan bahwa mungkin itu memang bukan bagiannya. Dia sepertinya sudah punya persiapan saat tak dapat beasiswa nanti bagaimana.

Jadi tersenyum meski tak dapat beasiswa itu adalah sebuah hal yang besar. Dengan tersenyum kita bisa menghibur diri dan tetap semangat. Tetap bisa berpikiran jernih.

Seperti Dina, meskipun tak diterima beasiswa dia tetap bakalan kuliah dan punya mimpi untuk terus mengejar pendidikan tingginya.

Ngapain bersedih, bersedih boleh tapi jangan terlalu larut. Kalau terlalu larut pikiran tak jernih dan artinya kita telah kalah dalam menghadapi ujian dalam hidup. Tetap semangat!
Semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung di website kangdidik.com

Previous Post Next Post

Advertisement