Halloween party ideas 2015

December 04, 2020
Dalam ulumul Quran, salah satu materi penting yang ada di dalamnya adalah salah satunya tentang bab Makiyah dan Madaniyah. Dalam al-Quran, ada dua jenis surah dilihat dari tempat atau periode turunnya. Yaitu Surah Madaniyah dan Surah Makiyah. 

A. Pengertian Makkiyah dan Madaniyah

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa surah-surah yang terdapat di dalam Alquran terbagi menjadi dua bagian, yaitu surat-surat makkiyah dan surat-surat madaniyah. Dalam studi ilmu Alquran, ilmu makkiyah dan madaniyah merupakan bidang kajian yang berupaya untuk membedakan masa penting turunnya al-Alquran baik dari segi isi maupun struktur surah al-Quran. 

Adapun para ulama berbeda pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan makkiyah dan madaniyah itu sendiri, terlebih dalam hal mengenai batasan antara mana saja yang termasuk surah makkiyah dan mana yang termasuk surah madaniyah.

Jika kita mendasarkan pengertian Makiyah dan Madaniyah pada tempat turunnya ayat, maka pengertian makkiyah adalah ayat-ayat al-Alquran yang turun di Makkah dan daerah-daerah di sekitarnya (Mina, Arafah, Hudaibiyah, dll.), baik waktu turunnya sebelum Nabi Saw. melakukan hijrah maupun sesudah hijrah.

Sebaliknya, surah-surah madaniyah adalah ayat-ayat alAlquran yang turunnya di Madinah atau sekitarnya (Badar, Sal’, Uhud, dll.), baik waktu turunnya sebelum Nabi Muhammad Saw. berhijrah atau sesudahnya.


Berdasarkan pendapat pertama ini, kita tahu bahwasanya al-Quran yang turun dalam rentang waktu 23 tahun tersebut dibagi menjadi Makiyah dan Madaniyah berdasarkan tempat turunnya.

Menurut pengertian dari sebagian ulama lain, makkiyah adalah ayat yang turun sebelum Nabi Muhammad Saw. hijrah, sedangkan madaniyah adalah ayat yang turun kepada nabi Muhammad saw. setelah Nabi berhijrah. Pendapat ini cukup memiliki banyak pendukung, baik dari mayoritas ulama klasik, modern, maupun ulama kontemporer.

Hal ini berarti, dimanapun tempat turunnya surah atau ayat al-Quran itu, jika turun sebelum nabi Hijrah maka disebut dengan surah Makiyah dan apabila sesudah nabi Hijrah disebut dengan Madaniah, meskipun turunnya al-Quran itu ada di Mekah saat fathul Mekah misalnya.

Dilihat dari karakteristik atau tanda-tanda dari Makiyah dan Madaniyah itu, maka pengertian Makkiyah juga dapat dimaknai sebagai ayat-ayat yang arah perintah disebutkan kepada penduduk Kota Makkah, sedangkan madaniyah adalah ayat-ayat yang khitabnya atau arah perintah ditunjukkan kepada penduduk kota Madinah dengan menggunakan panggilan يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ (wahai orang-orang yang beriman). 

Dalam pandangan ini, rumusan makkiyah dan madaniyah menjadi lebih simpel dan lebih mudah dimengerti dan dikenali karena kita hanya tinggal melihat pada kriteria panggilan (nida’) yang khas dari keduanya tersebut. Namun, pendapat ini masih memiliki kejanggalan karena beberapa hal diantaranya

1, Pengertian itu memiliki rumusan yang tidak dapat dijadikan ketentuan karena tidak mencakup seluruh ayat Alquran. Dari 6236 ayat dalam alAlquran, hanya ada 511 ayat yang dimulai dengan panggilan (nida’), yang artinya tidak semua ayat al-Quran berisi panggilan nida'.

2, Hal yang paling penting adalah, tidak semua ayat al-Quran yang diawali dengan wahai manusia atau ya ayyuhannas itu adalah ayat Makiyah., misalnya pada surat al-Baqarah: 21 dan Q.S. anNisa: 1 diawali dengan nida’ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ namun bukan termasuk surat Makkiyah.

Ada juga pendapat yang terakhir yang mana pendapat ini lebih merujuk pada isi ayat al-Alquran. Rumusan dari pendapat ini adalah, jika ayat-ayat atau surat tersebut memuat cerita umat dan para Nabi terdahulu maka surah tersebut disebut dengan surah makkiyah, sedangkan apabila ayat atau surat itu berisi tentang hukum hudud, faraid, dan sebagainya maka disebut dengan Madaniyah.

B. Cara dan Dasar Penetapan Makkiyah dan Madaniyah

Untuk mengenal idan menetapkan apakah sebuah surah itu makiyah atau madaniyah, kita bisa merujuk pada rumusan yang ada di dalam kitab al-Burhan fi Ulumil Quran. Disana diuraikan bahwa ada dua cara untuk mengenali ayat dan surat yang termasuk kategori makkiyah dan madaniyah, yaitu cara sima’iy dan qiyasiy. 

Adapun pengenalan cara sima’iy adalah pengetahuan ayat dan surat makkiyah dan madaniyah yang diperoleh berdasarkan riwayat. Sedangkan pengenalan cara qiyasiy adalah pengetahuan ayat dan surat makkiyah dan madaniyah berdasarkan kriterianya yang menonjol tersebut, antara lain; melalui ciri khitabnya, kandungannya, redaksi dan uslubnya, dan sebagainya.

Menurut cara qiyasiy, ada dua pijakan yang dijadikan acuan yakni (As-Suyuthi, al-Itqan fi Ulum Al-Alquran)

1. Dasar aghlabiyah (mayoritas)
Suatu surat bila mayoritas ayat-ayatnya adalah makkiyah, surat tersebut disebut makkiyah. Demikian juga sebaliknya, jika mayoritas ayat-ayatnya adalah madaniyah, surat tersebut disebut madaniyah.

2. Dasar tabi’iyah
Suatu surat jika didahului dengan ayat-ayat yang turun di Makkah (sebelum hijrah), surat tersebut disebut makkiyah. Demikian juga sebaliknya, jika didahului dengan ayat-ayat yang turun di Madinah (sesudah hijrah), surat tersebut disebut madaniyah.

C. Karakteristik Makkiyah dan Madaniyah

Dalam sejarah penurunan Alquran dikenal dua periode yang mana masing-masing dari periode atau masa itu memiliki ciri tersendiri yang berbeda antara satu dengan yang lain. Dua periode itu adalah  periode makkiyah dan madaniyah sebagaimana sudah kita bahas sebelumnya. 

Ayat-ayat yang diturunkan pada pereode makkiyah hampir seluruhnya berisi tentang persoalan-persoalan akidah yang pada umumnya membicarakan tentang orang-orang musyrik, memuat banyak ibarat dan perumpamaan (al-’ibrah wa al-amtsal), serta mengarahkan mereka kepada perubahan pola pikir dari peninggalam nenek moyang mereka berupa adat atau kebiasaan yang buruk dan bertentangan dengan Islam.

Adapun ayat-ayat yang diturunkan pada pereode madaniyah pada umumnya pembicaraan mengarah kepada pembentukan dan pembinaan kehidupan sosial sehingga ayat-ayatnya dominan berkaitan dengan persoalan-persoalan hukum dalam hubungan sosial kemasyarakatan, seperti hukum kekeluargaan atau akhwalusysyahsiyah dan hubungan antara orang Islam dan nonIslam. 

Ciri-ciri Surah Makiyah

Kita bisa melihat secara lebih terperinci tentang karakteristik surat-surat makkiyah seperti ciri-ciri berikut ini:

a. Di dalam ayat tersebut berisi Nida atau panggilan يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ karena sasarannya adalah umum, yaitu orang-orang yang masih belum beriman.

b. di dalam ayat itu terdapat lafal “kalla” (Adapun di dalam seluruh alAlquran, lafal kalla disebutkan sebanyak 33 kali dalam 25 surah)

c. di dalamnya terdapat ayat-ayat sajdah atau ayat-ayat yang berisi tentang sujud.

d. Dalam ayat itu diawali dengan huruf-huruf tahajji atau huruf hijaiyah seperti ف dan ق 

e. Di dalam ayat dijelaskan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu

f. di dalamnya terdapat cerita tentang kemusyrikan yang mana tujuannya adalah supaya manusia segera beriman kepada Allah Swt.

g. di dalam ayat dijelaskan tentang keterangan adat istiadat orang kafir, orang musyrik, orang yang suka mencuri, merampok, membunuh, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan sebagainya

h. Selaras seperti pada poin sebelumnya, isinya memberi penekanan masalah tauhid atau akidah

i. kebanyakan ayat dan suratnya pendek seperti yang terdapat dalam surah-surah terakhir dalam urutan mushaf.

Ciri-ciri Surah Madaniyah

Adapun surat madaniyah, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Berisi Nida يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟

b. memuat hukum pidana (hudud) dalam Q.S. al-Baqarah, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah, Q.S. ash-Shura, dan pada ayatayat lain

c. memuat hukum fara’id (Q.S. al-Baqarah, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah)

d. berisi izin jihad fi sabilillah (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Anfal, Q.S. at-Taubah, Q.S. al-Hajj)

e. berisi keterangan tentang karakter orang-orang munafiq (kecuali Q.S. al-Ankabut) dalam Q.S. an-Nisa, Q.S. al-Anfal, Q.S. at-Taubah, Q.S. al-Ahzab, Q.S. al-Fath, Q.S. al-Hadid, Q.S. al-Munafiqun, Q.S. at-Tahrim)

f. berisi hukum ibadah (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah, Q.S. al-Anfal, Q.S. at-Taubah, Q.S. al-Hajj, Q.S. an-Nur, dll)

g. berisi hukum muamalah seperti jual beli, sewa-menyewa, gadai, utang-piutang, dan sebagainya (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah, dll)

h. berisi hukum munakahat, baik mengenai nikah cerai rujuk, hadanah (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah, dll)

i. berisi hukum kemasyarakatan, kenegaraan, seperti permusyawaratan, kedisiplinan, kepemimpinan, pendidikan, pergaulan dan sebagainya (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. al-Maidah, Q.S. al-Anfal, Q.S. at-Taubah, Q.S. alHujurat, dan sebagainya)

j. berisi dakwah kepada pemeluk Yahudi dan Nasrani (Q.S. alBaqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. al-Fath, Q.S. al-Hujurat, dan sebagainya)

k. kebanyakan ayat dan suratnya panjang.

Beberapa karakteristik yang diuraikan di atas merupakan karakteristik yang menonjol saja. Demikian juga terkait kriteria isi, juga tidak pasti. Selama ini menurut Nasr Hamid Abu Zaid kriteria itu berdasarkan hasil hipotesis dan belum final, tetapi kriteria waktu harus tetap dipertimbangkan secara bersamaan dengan kriteria teks itu sendiri, baik dari sisi isi, maupun dari sisi strukturnya.

Itulah informasi tentang pengertian dan definisi mengenai surah Makiyah dan Madaniyah berikut dasar penetapan dan karakteristik dari surah makiyah dan madaniyah tersebut. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua amin ya Rabbal Alamin. 

October 12, 2020

 There are so many dua that moslems can pray with them. In Islam there is the term Al du'a silaatiul mu'min or which means prayer is a weapon for people who believe. Because in fact human life will not be separated from the prayer to the creator of Allah SWT. 


In every life we live, don't forget to always say a daily prayer to God. In every request from Allah SWT's promise about prayer, you will get a reply that may not be known to many people.


Because one thing we need to remember is praying under any circumstances. The point is that not only when in difficult circumstances you ask and ask for help, but when you are in a happy state you also have to always be grateful and thankful to Allah SWT. 


Because prayer is a form of worship and whoever always says prayers with confidence and sincerity, God willing, Allah SWT will always answer the prayers we pray.

And here one of the best dua that we can use that for pray: Allahumma inni as'aluka al jannah. The arabic text for that dua is: 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Allahumma inni as'aluka al jannah

Means: Oh Allah, I ask For Paradise, and Protection from the fire 

With this dua we ask Allah for paradise and protection from the fire because only Allah can save us. We can read this dua everytime especially after 5 times pray. 

Every Prayer Will Be Answered

Every prayer that we pray will be answered by Allah SWT, either immediately or postponed. Because regarding when our prayers are granted, it is the right of Allah SWT as the owner of life.

 

Be patient if you are waiting for prayers to be answered. Keep praying, state your request before Allah SWT and don't forget to be accompanied by the best possible effort.


Because we never know which prayer will be granted by Allah SWT and we will never know which of our efforts will be seen by Allah SWT. 


Remember and be sure that Allah SWT will hold all of our prayers and answer them at the right time and at the time we need, then it will feel more enjoyable to be grateful.

October 09, 2020
Masjid merupakan pusat beribadah bagi umat Islam. Banyak sekali ibadah yang harus dilaksanakan di masjid, seperti shalat Jumat dan shalat wajib lima waktu. 

Selain itu masjid pun berfungsi sebagai pusat bagi kegiatan masyarakat, seperti mengaji, membaca al-Quran, belajar anak-anak, silaturahim, melaksanakan akad nikah, bakti sosial dan banyak sekali kegiatan lainnya. 

Beberapa Tips dan Cara untuk Membuat Orang, masyarakat atau Jamaah Merasa Betah Di Dalam Masjid

1. Dekatlah Dengan Masyarakat

Dari pengamatan kami selama bertahun-tahun, masyarakat atau orang yang betah di masjid itu adalah orang-orang yang suka dengan pengurus masjid. Masjid yang dihuni oleh banyak jamaah itu kebanyakan disebabkan karena pengurus masjid yang ramah dan dekat dengan masyarakat.


Jadi cara jitu untuk membuat orang agar betah dan datang ke masjid adalah pengurus masjid harus dekat dengan masyarakat. Bisa dilakukan dengan cara sering mengunjungi masyarakat dan menanyakan kabar mereka. Juga bisa dengan cara bertutur kata yang halus serta peduli dengan mereka. 

2. Mengoreksi apakah ada yang kurang dari Masjid yang Ada

Ada beberapa masjid yang mana orang atau jamaahnya tidak betah di masjid. Setelah diselidiki ternyata karpet masjid bau karena jarang dicuci sehingga menjadikan bau dan rasa gatal.

Sebagai pengurus masjid, anda bisa mencoba untuk mengoreksi kekurangan masjid atau bertanya secara kepada masyarakat kira-kira masjid ini kurang apa.

3. Meningkatkan Kenyamanan Masjid

Agar masyarakat dan jamaah bisa betah di masjid caranya adalah dengan menjaga kenyamanan masjid. Pastikan tidak ada bau yang mengganggu di masjid atau ruangan masjid yang lembab. 

Kalau perlu renovasilah masjid dengan mengecatnya sehingga terlihat lebih indah dan terang. Tak hanya fasilitas fisik tentunya, pengurus masjid pun harus bisa ramah agar jamaah menjadi betah.

4. Memperbaiki dan Memperlengkap Fasilitas Masjid

Periksalah apakah ada fasilitas yang kurang dari masjid tersebut. Biasanya yang menjadi pengaruh betah atau tidaknya jamaah pada masjid adalah toilet yang bersih dan tidak berbau. Karena banyak jamaah yang tak betah sebab kalau mau ke toilet jijik dan memilih untuk wudhu di rumah.

5. Tips Ampuh Buat Jamaah Agar Betah di Masjid, Dengan Memberikan Minuman Gratis Dan Makanan Ringan Gratis Bagi Jamaah

Makanan dan minuman yang disediakan pun tak harus mahal. Bisa dari sumbangan warga sekitar atau tanaman dari halaman masjid seperti ubi-ubian.

Minuman pun bisa berupa air putih dalam galon yang disediakan di dekat pintu masuk masjid. Dengan adanya minuman itu, warga yang kehausan pun tak perlu pulang ke rumah untuk minum sehingga mereka tetap bisa betah di masjid.

6. Sering Mengadakan Kegiatan Masyarakat dan Keagamaan

Keaktifan masjid dalam hal kegiatan masyarakat pun banyak berpengaruh pada betah atau tidak betahnya jamaah untuk berada di masjid. 

Jadi bekerjasamalah dengan pihak yang berwenang setempat untuk mengadakan beberapa acara masyarakat di masjid. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi masyrakat sendiri.

Juga adakan kajian-kajian yang ringan yang bisa membantu masyarakat dalam memperdalam ajaran Islam seperti kajian fikih yang sangat penting untuk memperbaiki kualitas ibadah.

Itulah informasi tentang Cara untuk Membuat Orang atau Jamaah Betah Di Masjid untuk Beribadah dan Berjamaah. Semoga bermanfaat.

October 08, 2020
Membaca surah-surah dalam al-Quran bisa mendatangkan beragam fadhilah dan keutamaan dalam kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Al-Quran disifati sebagai obat, yang artinya dia bisa mengobati beragam penyakit dan masalah yang datang dalam kehidupan manusia. Itulah keutamaan dan fadhilah dari membaca surah-surah dalam al-Quran. 

Salah satu surah yang banyak dibaca dan diamalkan oleh orang Islam adalah surah al-Waqiah. Hal ini karena surah tersebut merupakan surah al-Quran yang memiliki keutamaan dan fadhilah sendiri yang akan bermanfaat bagi orang yang membacanya.

Keutamaan dan Fadhilah Membaca Surah Al-Waqiah Lengkap

Berikut ini adalah beberapa keutamaan surah al waqiah yang akan dijelaskan secara runtut:

Dijauhkan Dari Kemiskinan

Bagi orang yang rutin membaca surah al Waqiah ini setiap hari maka ia selain mendapatkan pahala membaca al-Quran, dia pun akan terhindar dari kemiskinan. 


Saya pernah mendengar pengalaman dari seorang ustadz yang mengamalkan membaca surah al Waqiah rutin, terutama pada malam Jumat setelah membaca surah Yasin. Bahwa selama hidupnya dia tidak pernah kekurangan harta. 

Ustadz tersebut pun membagikan pengalaman tentang fadhilah dan keutamaan dari membaca surah al waqiah tersebut agar juga bisa bermanfaat bagi orang lain.

1. Mendapatkan Kekayaan Melimpah

Seiring dari dihindarkannya kemiskinan karena berkah membaca surah al Waqiah, maka seseorang yang merutinkan membaca surah al Waqiah akan mendapatkan kekayaan yang melimpah dalam hidupnya. 

Kita bisa mengamalkan membaca surah al Waqiah ini sebanyak mungkin pada saat setelah shalat hajat dengan berharap semoga berkah surah al Waqiah tersebut bisa datang berupa kekayaan yang melimpah.

2. Keutamaan Membaca surah al Waqiah Untuk Menunaikan Hajat

Terdapat sebuah amalan bagus untuk menunaikan hajat, di mana seseorang yang membaca al Waqiah dalam sekali duduk sebanyak 41 kali, maka semua hajatnya insyaAllah akan banyak dikabulkan.

3. Menjadi Kaya Raya Karena Keutamaan Membaca Surah al Waqiah

Seseorang yang membaca surah al-Waqiah sebanyak 3 kali setelah melaksanakan shalat subuh dan shalat Isya maka dia akan menjadi orang yang dimudahkan urusan ekonominya. Seseorang ini pun juga selalu bersyukur agar hajatnya tercapai. 

4. Lebih dekat kepada Allah dengan membaca Surah al Waqiah

Dengan membaca surah al Waqiah maka kita pun mengamalkan ibadah yang luar biasa yaitu membaca al-Quran. Dengan beribadah membaca al-Quran maka kita pun sedang berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah karena membaca al-Quran berarti berbicara dengan Allah.

5. Mempertebal Iman dan Tauhid

Sesuai namanya surah al Waqiah berarti hari kiamat. Jika seseorang membaca surah al Waqiah dengan mendalami maknanya, maka ia akan mendapatkan keutamaan dan fadhilah surah al Waqiah dalam bentuk tebalnya iman dan kuatnya tauhid.

Karena di dalam surah al Waqiah banyak disebutkan tentang berita mengenai hari kiamat, surga neraka dan hari kebangkitan. Hal ini pun bisa membuat kita lebih yakin dan selalu ingat tentang manusia akan dibangunkan kelak untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.

6. Mempermudah Sakaratul Maut

Termasuk hal yang sangat sulit yang pasti akan dilalui oleh manusia adalah sakaratul maut atau dikala hendak meninggal dunia. Pada saat itu, manusia merasakan sakit yang luar biasa, apalagi apabila naza' atau pada saat roh dicabut dilalui dalam waktu yang cukup lama. 

Dengan membacakan surah al Waqiah di samping mayit maka hal itu akan mempermudahkannya dalam melalui sakaratul maut. 

7. Diringankan Sakit Karena Fadhilah Surah al Waqiah

Sebagaimana yang telah kami sebutkan sebelumnya bahwa al-Quran adalah obat. Maka membaca surah al Waqiah pun bisa mendatangkan fadhilah berupa diringankannya sakit, bahkan disembuhkan. 

Anda bisa membaca surah al Waqiah ini pada orang yang sedang sakit, maka insyaAllah akan dipermudah untuk kesembuhan dan penyakitnya juga diringankan. Anda pun bisa membaca surah ini sendiri untuk meringankan rasa sakita yang anda derita.

8. Fadhilah al Waqiah Agar Lancar Saat Melahirkan

Surah al Waqiah ini bisa digunakan sebagai amalan rutin bagi ibu hamil agar bisa melahirkan secara lancar. Bacalah sesering mungkin lalu tiupkan ke janin dan berdoalah agar bayi tersebut sehat, lahirnya lancar serta menjadi anak yang shaleh. 

Itulah Keutamaan dan Fadhilah Membaca Surah Al-Waqiah Lengkap. Semoga bermanfaat dan kita semua bisa mendapatkan fadhilah dari membaca al-Quran. Amin ya Rabbal Alamin. 
Powered by Blogger.