Halloween party ideas 2015


"Sukses adalah mengidentifikasi mimpi atau tujuan, mengambil lompatan-lompatan untuk sampai ke sana dan mencapai prestasi”
- Lisa L. Spahr

Cukup sering telinga kita mendengar kata sukses dalam kehidupan sehari-hari. kata sukses biasanya dihubungkan dengan keberhasilan melakukan suatu hal atau puncak keberhasilan merealisasikan cita-cita. Ada pendapat yang mengaitkan sukses dengan beragam makna, seperti ungkapan bahwa sukses adalah sebuah pencapaian atas sesuatu,  bergerak maju mencapai tujuan, dan mendapatkan penghormatan. Kebalikan dari sukses adalah gagal. Orang gagal artinya orang yang tidak sukses atau tidak bisa mencapai tujuan.

Hakikat Santri Sukses, Pengertian Sukses, dan Anggapan Tentang Sukses

Banyak sekali definisi-definisi tentang makna sukses. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sukses berarti berhasil dan beruntung. Sedangkan dilihat dari segi istilah, cukup sulit mengkompromikan antara pendapat satu orang dengan orang lain tentang makna sukses. Tetapi bisa dikatakan bahwa makna sukses memang berhubungan dengan kata berhasil dan beruntung. Kebanyakan orang berpendapat bahwa sukses itu adalah memiliki harta yang banyak dan kehidupan yang layak secara materi. Ada juga yang mengatakan sukses itu saat ada ditengah-tengah keluarga dengan keadaan bahagia. Atau “Bahagia adalah sukses” dan “sukses adalah bahagia” sebagaimana ungkapan Ben Casnocha bahwa "sukses berarti kebahagiaan". Ada juga pendapat lain mengatakan bahwa sukses itu kalau sudah menjabat menjadi presiden, gubernur, dan berbagai jabatan penting lainnya.

Sukses-sukses tersebut dapat diklasifikasikan sebagai macam-macam bidang kesuksesan, seperti sukses dalam bidang karir berarti berhasil mencapai karir yang terbaik baginya, atau sukses mendapatkan keluarga bahagia sebagai bentuk pencapaian keberhasilan dalam membina rumah tangga. Bagi penulis, perbedaan pandangan akan makna sukses tidaklah bermasalah jika memang secara hukum dan norma dianggap sah-sah saja. Jika seseorang menganggap bahwa si maling A telah sukses menjadi miliyarder, itu memang termasuk “sukses”, tetapi kesuksesannya tidak dibenarkan.

Ukuran antara satu orang dengan orang lain tentang standar kesuksesan cukup beragam antara satu orang dengan orang yang lain. Ada yang berstandar minimalis, cukup dapat sepiring nasi sehari sudah merasa sukses dalam menjalani “hidup hari ini”. Ada juga standar sedang-sedang saja, bahkan standar luar biasa, kalau belum mendapatkan penghasilan tertinggi, atau jabatan tertinggi, maka belum bisa dikatakan sukses. Sukses juga memiliki dua alam (orientasi), yaitu dunia dan akhirat. Meyakini bahwa kesuksesan adalah mendapatkan harta melimpah, rumah mewah, mobil mewah dan istri cantik, maka bisa digolongkan sebagai sukses duniawi. Ada juga orang yang menganggap bahwa seseorang bisa dikatakan sukses kalau sudah mampu beramal shalih dan membantu sesama dengan ikhlas tanpa pamrih. Sukses semacam ini masuk dalam kategori kesuksesan ukhrawi yaitu untuk tujuan kehidupan akhirat.

Lalu, apa sukses menurut anda?

Cristian Dorobantescu berkata: "Anda tidak dapat menyalin sukses. Anda harus membuat sendiri definisi sukses Anda, maka hidup, nafas dan bekerja menuju tempat yang benar". Hidup bermakna berarti hidup punya tujuan mulia. Coba kita renungkan, untuk apakah kita hidup? Apakah kita sudah punya tujuan untuk hidup? Dan langkah apa yang kita lakukan untuk mencapai tujuan hidup?
Kesalah Pahaman Tentang Sukses
Jim M. Allen dalam artikelnya yang berjudul “The Ten Misconceptions of Succes” mengulas tentang 10 kesalahpahaman (anggapan keliru) masyarakat tentang sukses. Sepuluh kesalahpahaman tersebut adalah:
1.    Kebanyakan orang mengaggap “seseorang tidak bisa sukses karena masalah latarbelakang pendidikan”. Hal ini tidak benar! setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.
2.    “Orang sukses adalah orang yang tidak melakukan kesalahan”. Ini tidak benar, karena orang sukses membuat kesalahan seperti kita semua (bahkan mungkin lebih banyak karena mereka banyak berusaha melakukan sesuatu). Perbedaannya adalah mereka tidak mengulangi kesalahannya lagi.
3.    Untuk sukses, seseorang harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu. problemnya bukan terletak pada lamanya seseorang bekerja. Tetapi bagaimana seseorang dapat melakukan sesuatu yang benar.
4.    Seseorang hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan. Padahal, siapa yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu. Hiduplah seperti air yang mengalir. Terus mengalir tetapi jika ada batu dihadapan kita, maka geser sedikit untuk melewati batu.
5.    “Jika kita meminta bantuan, kita tidak sukses”. Ini juga tidak benar. Sukses jarang sekali terjadi di ruang hampa. Kenali banyak orang yang akan membantu kita untuk mencari kesuksesan. Ada banyak orang yang membantu di luar sana. Ada banyak kiai, ustadz, dan teman untuk membantu santri mencapai sukses.
6.    “Diperlukan banyak keberuntungan untuk meraih sukses.” Ini tidaklah benar. kesuksesan hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan tetapi diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan aplikasi/aksi.
7.    “Sukses dapat dicapai bila kita memiliki banyak uang.” Anggapan ini juga tidak benar. Uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Banyak orang yang sukses dengan uang yang minim bahkan mulai dari nol.
8.    Kesalahpahaman berikutnya “Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.” Padahal, kita mungkin dapat meraih lebih banyak pengakuan dari orang lain atas apa yang kita lakukan. Tetapi walaupun hanya kita sendiri yang tahu, kita tetaplah sukses.
9.    Orang bilang “Sukses adalah tujuan”. Padahal, sukses itu lebih dari sekedar meraih tujuan. Jika kita ingin sukses, maka katakanlah “dalam hal apa?”
10.    Orang bilang “Saya sukses bila kesulitan saya berakhir”. Padahal, kita mungkin sukses, tapi kita bukan
Tuhan yang dapat mengatur segalanya. Kita tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah kita raih dan hidup seperti biasanya saja.
“Prinsip sukses kehidupan:
Ada saat menanam.
Ada saat memupuk.
Ada saat menuai.
Dan semuanya harus dilakukan satu persatu.”
Bidadari Words

Cara Meraih Sukses atau Cara Menjadi Santri Sukses

Lalu bagaimana semua sukses itu diraih? Ada kata kunci paling menonjol untuk diperhatikan, yaitu “visi” dan “misi” yang dimiliki oleh pesantren. visi adalah bagian dari “mimpi” atau “tujuan” pesantren yang jika berhasil diwujudkan maka itu merupakan keberhasilan pesantren sekaligus keberhasilan dan kesuksesan santri. Wibisono berpendapat bahwa visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Menurut Jim Tehusijarana, Visi adalah kunci dasar yang menentukan apakah kita berjalan ke arah impian kita atau tidak. Dengan kata lain, visi adalah kompas perjalanan karier kita. Tidak memiliki visi, sama dengan mencari arah tanpa kompas.

Sedangkan misi adalah adalah wujud atau bentuk dari visi atau pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Setiap lembaga pendidikan pasti memiliki visi dan misi, itulah menurut penulis standar untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan.

Bagaimana contoh visi misi tersebut? Mari kita tengok visi misi dari sebuah pesantren, contohnya Pesantren Terpadu Miftahul Ulum Al-yasini,  memiliki visi “Mencetak insan religius yang cerdas, bermoral, mandiri dan kompetitif” dengan misi (1 Mendidik santri agar memiliki kemantaban akidah, kedalaman spiritual, keluasan ilmu dan ketrampilan serta keluhuran budi pekerti. (2 Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kesenian yang bernafaskan islami. (3. Memberikan pelayanan terbaik & keteladanan atas dasar nilai-nilai Islam yang inklusif dan humanis. (4. Mengembangkan menejemen pesantren terpadu di level nasional maupun internasional. Dan (5.Mengembangkan kemitraan.

Atau visi misi Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, yaitu: Visi, 1) Mencetak ‘Ulama’ul ‘Amilin (Ulama yang mengamalkan Ilmu). Ini merupakan tujuan puncak dan menjadi kejaran dan harapan seluruh pemangku Yayasan Pondok Pesantren Al Munawwar. 2) Mencetak Imama al-Muttaqin (Sponsor manusia untuk bertaqwa). Bahwa siapapun dapat menjadi sponsor yang aktif mendukung dalam menciptakan manusia-manusia yang muttaqin. 3) Mencetak pribadi yang Muttaqin. Diharapkan lulusan Yayasan Pondok Pesantren Al Munawwar atau bahkan yang tidak lulus pun dapat memiliki bekal dalam ketaqwaan pribadinya.

Sedangkan Misinya adalah, 1) Menggalang segala potensi Umat Islam untuk meningkatkan derajat, harkat martabat umat menjadi Insan Kamil (manusia yang sempurna). 2) Berkreasi dalam bidang Pendidikan, Ekonomi serta Kesehatan untuk sebanyak-banyaknya dapat bermanfaat bagi peningkatan derajat Umat Islam sehingga terbebas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan. 3) Menyelenggarakan pendidikan dan mengembangkan program – program pembelajaran yang berwawasan imtaq dan iptek. 4) Menyelenggarakan kegiatan yang berorientasi pada pembentukan jiwa pemimpin yang berakhlak mulia. Dan 5) Menyelenggarakan pendidikan dengan sistem fullday.

Dari uraian contoh visi dan misi di atas, ada beberapa tipe santri yang bisa dilihat dari karakter diri santri. Pertama, adalah santri yang tidak mengetahui bahwa visi dan misi adalah penting. Mereka menyibukkan diri dengan kegiatan rutin secara mengalir saja sehingga hidupnya hanya rangkaian kegiatan dari suatu aktifitas ke aktifitas lain tanpa didasari kejelasan arah dan tujuan. Mereka hidup tanpa desain dasar. Bagaikan tukang bangunan yang sibuk mendirikan bagian rumah tanpa kejelasan gambaran rumah seperti apa yang ingin dibangunnya.

Kedua, adalah santri yang mengetahui bahwa visi dan misi adalah hal yang sangat penting untuk mencapai sukses. Namun mereka tidak bertindak untuk menyusun merumuskan strategi untuk berhasil meraih visi serta misi. Hanya bila segala sesuatunya dirasakan berjalan ke arah yang tak menentu baru mereka mempercakapkan perlunya kehadiran visi dan misi tadi. Ketiga, tipe santri yang sadar akan pentingnya visi dan misi. telah berusaha menyusun strategi untuk mencapainya secara maksimal. Tetapi karena metode salah keliru dan pemahamannya sempit menjadikan maka visi dan misi tadi tidak menghasilkan hal yang bermanfaat bagi orang banyak. Tetapi setidaknya ia telah berhasil menunjukkan usahanya.

Tipe santri keempat, adalah santri yang menyadari pentingnya visi misi, ia bertindak, dan strateginya benar sehingga memiliki langkah baik menuju sukses. Ia sedang berada pada tahap penyelesaian visi misi. Dan tipe santri yang kelima, adalah santri yang telah berhasil mewujudkan visi dan misi. Menjadi ulama yang muttaqin dan berguna bagi nusa maupun bangsanya. Tipe manakah anda?

Success is a state of mind. If you want success, start thinking of yourself as a success.
Sukses bermula dari pikiran kita. Sukses adalah kondisi pikiran kita. Bila Anda menginginkan sukses, maka Anda harus mulai berpikir bahwa Anda sukses, dan mengisi penuh pikiran Anda dengan kesuksesan.
~  Dr. Joyce Brothers  ~



Powered by Blogger.