Halloween party ideas 2015


Tentang Berusaha dan Berdoa

Salah satu identitas penting yang harus dimiliki seorang muslim adalah dalam menapak hidup, muslim tidak terlepas dari yang namanya doa. usaha tanpa doa adalah kesombongan, sedangkan doa tanpa usaha adalah sia-sia. Orang yang hanya berusaha saja tanpa mau untuk berdoa berarti ia telah sombong karena sama dengan menafikan adanya tuhan yang Maha Memberi anugerah kepada makhluk-Nya yang dikehendaki. Sebaliknya orang yang hanya berdoa tanpa usaha adalah bohong semata karena setiap keberhasilan pasti diperoleh dengan kerja keras. Di dalam al-Qur’an maupun hadis banyak sekali anjuran-anjuran, bahkan perintah untuk berdoa. Disana juga dijelaskan secara lengkap manfaat-manfaat dari doa.
img flickr.com

Makna, Definisi dan Arti Doa

Secara bahasa, kata ‘doa’ yang terdiri dari huruf dal, wawu, dan ‘ain ini memiliki banyak arti. Di antaranya adalah, menyeru, memanggil, memohon, meminta, mendoakan kebaikan maupun keburukan untuk seseorang, dan pujian kepada Allah Swt. Imam Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitabnya yang berjudul Syurûth ad-Du’â’ wa Mawâni’ al-Ijâbah fî Dhau al-Kitâb wa as-Sunnah meringkas makna doa menjadi dua, yaitu menuntut dan memohon dengan sepenuh hati. Secara etimologi, doa menurut beliau adalah, “Permohonan seorang hamba kepada Tuhannya dengan sepenuh hati dan disertai mengagungkan, pujian, dan lain sebagainya”.

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan dalam al-Mausû’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, bahwa doa adalah, “Ungkapan yang menunjukkan permintaan disertai dengan kerendah-hatian dan ketulusan”. Syaikh Ibn Nayif dalam Mausû’ah al-Khathb wa ad-Durûs menjelaskan secara lengkap tentang makna doa yang terbagi menjadi 11 poin, yaitu, ibadah, memohon kepada Allah, mohon pertolongan, panggilan, meng-esakan dan memuji Allah, motivasi, pangkat, ucapan, pertanyaan, penamaan, dan adzab.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa berdoa sama dengan meminta kepada Allah sebagai Tuhan Yang Esa lagi Maha Pengasih untuk mewujudkan hajat atau kebutuhan yang diinginkan.

Kenapa Harus Berdoa?
Banyak nash al-Qur’an maupun al-Hadis yang menyebutkan tentang pentingnya berdoa bagi seorang muslim. Allah Swt. mendeklarasikan janji untuk mengabulkan doa seorang hamba jika ia mau berdoa kepada-Nya. Allah berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186). Selain itu, Allah juga menerangkan tentang tata krama dalam berdoa. “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf [7]: Ayat 55).

Diriwayatkan dari shahabat Nu’man bin Basyir Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Doa adalah ibadah”, kemudian setelah itu beliau membaca ayat, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina. (QS. Al-Mu’min 40: 60).” (HR. Al-Bukhari). Hadis ini menunjukkan salah satu faedah dari doa yaitu sebagai bentuk ibadah.

 Imam Abu Ya’la menjelaskan dalam karyanya, Musnad Abu Ya’la, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Doa adalah pedang bagi orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit serta bumi.” Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya yang berjudul al-Jawab al-Kafi juga memberikan ulasan yang berintikan sama dengan hadis tersebut. Kata beliau, “Doa dan ta’awudz (bacaan ‘audzu billah) ibarat pedang. Pedang itu diandalkan tebasannya bukan hanya ketajamannya. Oleh karenanya, pedang jadi ampuh bila: (1) tidak cacat, (2) yang menebas adalah orang yang kuat dan (3) tidak ada penghalang ketika pedang dihujam yang membuat musuh tersingkir. Jika salah satu dari tiga hal ini tidak ada, maka pedang tersebut tidaklah ampuh. Doa pun demikian. Doa tidaklah ampuh bila: (1) orang yang berdoa tidaklah baik, (2) yang berdoa tidak menyatukan antara hati dan lisan saat berdoa, (3) ada penghalang sehingga doa tidak terkabul. Jika ada salah satu dari tiga hal ini maka doa tidaklah ampuh.”

Kiat Doa Dikabulkan

Bagaimana cara agar doa kita dikabulkan? Mungkin masih banyak juga orang disekitar kita yang pernah mengeluh kalau ia telah berdoa tetapi tidak kunjung dikabulkan doanya. Bahkan mungkin diri kita sendiri merasa seperti itu juga. Jika demikian, pasti ada yang salah dengan tatacara berdoa. Padahal sudah jelas Allah berjanji akan mengabulkan doa seorang hamba yang mau berdoa kepada-Nya. Nabi Muhammad Saw. menjelaskan ada beberapa hal yang dapat menghalangi terkabulnya doa, di antaranya adalah karena memikul dosa dan memutuskan hubungan silaturahim. Nabi Saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: (1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.” Nabi Saw. lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad).

Kemudian, ada keterangan dari hadis-hadis mengenai beberapa jenis doa yang dikabulkan. Di antaranya:

Doa seorang muslim kepada sesama dengan samar

Abu Darda’ berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim).

Doa Orang Yang Teraniaya

Rasulullah Saw. bersabda, “Takutlah kalian terhadap doa orang yang didzhalimi, karena tidak ada hijab antara doa itu dengan Allah.” (HR. Al-Bukhari).

Doa Orang Tua Untuk Anaknya dan Doa Anak Saleh

Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata, “Rasulullah Saw. bersabda, ‘Ada tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya’.” (HR. At-Turmudzi).
Dalam hadis lain disebutkan. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga, lalu ia bertanya, ‘Dari mana aku memperoleh derajat ini?’. Allah Swt. berfirman, ‘Dengan permohonan ampun anakmu untukmu’.” (HR. Ahmad). Diriwayatkan pula oleh Abu Hurairah Ra. bahwa Nabi bersabda, “Apabila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim).

Doa Pemimpin Yang Adil

Dari Abu Hurairah Ra., Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Ada tiga golongan yang doanya tidak ditolak, (1) orang yang berpuasa hingga berbuka, (2) doa pemimpin yang adil dan (3) doa orang yang teraniaya. Allah akan mengangkat doa mereka ke atas awan, membukakan pintu-pintu langit untuknya, dan berfirman, ‘Demi kemuliaan-Ku, sungguh, Aku akan menolongmu walaupun dengan selang waktu’.” (HR. At-Turmudzi).

Berdoa Menggunakan Doa Dzun Nun (Doa Nabi Yunus as.)

Rasulullah Saw. bersabda, “Doa Dzun Nun (Nabi Yunus As.) ketika berada di dalam perut ikan: ‘Lâ ilâha illâ anta subhânaka innî kuntu min azh-zhâlimîn.’ Jika seorang berdoa dengannya memohon sesuatu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” (HR. At-Turmidzi).

Doa Orang Yang Terbangun Di Malam Hari Dengan Doa Ma’tsûr

Dari Ubadah bin Shamit Ra., dari Nabi Muhammad Saw., beliau bersabda, “Barangsiapa yang terjaga di malam hari lalu mengucapkan: ‘Lâ ilâha illallâhu wahdahuu lâ syarîka lah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwâ ‘alâ kulli syai’in qadîr, alhamdulillâh, wa subhanallâh, wa lâ ilâha illallâh, wallahu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh’ (Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah seluruh kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tidak ada Tuhan selalin Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Kemudian mengucapkan: ‘Allahummaghfir lî’ (Ya Allah, ampunilah aku), atau doa yang lain, niscaya akan dikabulkan doanya. Jika ia bergegas berwudhu dan shalat, maka diterimalah shalatnya.” (HR. Al-Bukhari).

Doa Para Habîbullah (Orang yang dicintai Allah)

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, ‘Barangsiapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku menyatakan perang dengannya. Hamba-Ku tidak akan dapat mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku terus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan amalan-amalan nafil (sunah), sehingga Aku mencintainya. Maka jika Aku telah mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia memegang dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku akan memberinya. Jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku akan melindunginya. Aku tidak pernah ragu-ragu dalam sesuatu yang Aku kerjakan seperti keraguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin. Hal itu karena ia tidak suka mati, sedangkan Aku tidak suka keburukan terjadi kepadanya’.” (HR. Al-Bukhari).

Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Walaupun berdoa itu merupakan rutinitas dan dapat dilakukan setiap saat, tetapi dalam al-Qur’an dan hadis juga disinggung tentang waktu-waktu spesifik yang mustajab untuk melantunkan doa. Di antara waktu-waktu tersebut adalah:
Malam Lailatul Qadar
Allah Swt. berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr 97: 3-5). Menurut Imam al-Mawardi, kata berkah yang dikaitkan dengan lailah al-qadr memiliki dua makna, yaitu malam yang penuh rahmat dan malam pengabulan doa. Tetapi menurut penulis makna keduanya hampir sama karena jika malam penuh rahmat, maka pasti doa juga akan dikabulkan.

Sepertiga Akhir Malam

Dalilnya adalah sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah Ra. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman, ‘Barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya’.” (HR. Bukhari Muslim).

Saat Berbuka Puasa

Diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Ra., bahwa dia mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR. Ibnu Majah).

Setelah Menunaikan Shalat Wajib

Dari Abu Umamah Ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Swt. Beliau menjawab, “Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.” (HR. At-Turmudzi).

Saat Dikumandangkan Adzan dan Perang Berkobar

Dari Sahl bin Sa’ad Ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak, (yaitu) doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk.” (HR. Abu Daud). Selain itu, orang yang menjawab adzan dan berdoa kepada Nabi akan mendapatkan hadiah syafaat. Nabi Saw. bersabda, “Barang siapa yang mengatakan setelah mendengar seruan adzan, ‘Ya Allah! Tuhan pemilik adzan yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad wasilah dan fadhilah dan bangkitkanlah ia pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan untuknya’, halallah ia mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari).

Waktu Sesaat Pada Hari Jumat

Sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah Ra., bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jumat ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah kecuali akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut.” ( HR. Muttafaqun Alaihi).

Saat Bangun Malam

Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal Ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Ibnu Majah).
Waktu antara Adzan dan Iqamah
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.” (HR. Abu Daud, At-Turmudzi, dan Al-Baihaqi).

Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat

Dari Ibnu Abbas Ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan.” (HR. Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan, “Paling dekatnya hamba dengan tuhannya adalah saat ia bersujud, maka perbanyaklah berdoa.”

Doa Pada Hari Arafah

Diriwayatkan dari ‘Amr bin Syu’aib ra., dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Saw. bersabda, “Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah.” (HR. At-Turmudzi).[]
“Seseorang yang betul-betul tersesat ditengah hutan, namun berusaha keluar dengan kekuatan luar biasa kearah manapun, kadang akan menemukan jalan baru yang tidak diketahui sebelumnya: Beginilah cara kemunculan seorang jenius yang kemudian dipuji dan diakui karena ke-orisinilan mereka.” Friedrich Nietzsche


Powered by Blogger.