Halloween party ideas 2015


“Life is short. Read fast!” ˜Anonimous˜

Sungguh tepat sekali sepenggal kalimat bijak di atas. Hidup itu pendek, maka bacalah dengan cepat. Syeikh al-Zarnuji mengatakan, “Umur itu pendek, sedangkan pengetahuan itu sangat luas.” Di era globalisasi seperti sekarang ini, kita membutuhkan informasi sebanyak-banyaknya. Semakin seseorang menguasai informasi, maka ia akan semakin unggul. Banyaknya informasi dari bacaan yang harus “dilahap” dan dikuasai, maka perlu diterapkan strategi membaca hebat agar hasil membaca lebih maksimal.
img pixabay.com
Secara sederhana, kata strategi bisa dipahami sebagai rencana atau cara untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian, strategi membaca adalah cara atau teknik (dalam membaca) untuk menyerap informasi yang disampaikan melalui media tulis. Strategi membaca digunakan pembaca untuk memperoleh pesan dari bacaan yang dibaca secara maksimal dan lebih berkualitas.

Membaca dengan mempertimbangkan strategi memberi efek sangat menguntungkan. Diantara manfaat menggunakan strategi membaca di antaranya adalah, 1) Memudahkan dalam proses membaca, 2) lebih efisien dalam menyerap pesan atau informasi dari bacaan yang dibaca, 3) Kegiatan membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan, 4) Minat untuk membaca semakin tumbuh, dan 5) Membaca menjadi suatu kebutuhan. Dalam bagian-bagian selanjutnya dalam buku ini akan diterangkan lebih rinci mengenai langkah-langkah penerapan strategi membaca hebat.

Tips Membaca Efektif Ala Orang Sukses

Agar membaca lebih efektif, efisien, dengan hasil yang maksimal tidaklah dengan cara yang sembarangan dan serampangan. Ada teknik-teknik tertentu yang bisa diterapkan sesuai dengan potensi masing-masing pembaca dan bacaan. Diantaranya meliputi teknik sebelum membaca, saat membaca, dan setelah membaca.

Sebelum Membaca

Satu hal penting yang harus diperhatikan sebelum membaca adalah menumbuhkan rasa minat dan hasrat untuk membaca. Giatkan motivasi ketika memegang dan melihat-lihat serta membuka-buka halaman buku atau bacaan untuk lebih mengenalnya. Carilah alasan sebanyak mungkin kenapa Anda butuh untuk membaca buku atau tulisan tersebut. Niatkan hati untuk bisa menyerap bacaan sebanyak-banyaknya. Inilah kunci penting dalam membaca.

Mantapkan konsentrasi dalam membaca. Pastikan Anda membaca di waktu yang tepat dan efisien. Seringkali orang kesulitan menyerap bacaan karena terganggu konsentrasinya. Akan tetapi Anda tetap bisa memaksakan diri untuk melatih konsentrasi dengan intensitas tertentu.

Cara yang akan kita tempuh ini dilakukan jika kita ingin membaca bacaan secara keseluruhan. Jika kita ingin mencari informasi secara rinci, maka kita bisa langsung ke daftar isi atau ke akar kata jika bacaan berupa kamus. Setelah langkah di atas selesai, lalu pikirkan judulnya, kemudian tanyakan beberapa pertanyaan ini pada diri Anda sendiri:
1) Apa yang saya ketahui dari topik atau gambaran besar bacaan ini?
2) Apa yang ingin saya gali dari bacaan ini?
3) Apa kira-kira isi bacaan yang akan Anda baca setelah sedikit banyak mengamatinya?

Penting sekali! Bacalah secara cepat sinopsis yang biasanya ada di belakang cover buku. Jangan sampai Anda meninggalkan untuk membaca kata pengantar karena di cover dan kata pengantar hal inilah intisari sebuah buku dirangkum. Dalam kata pengantar, seringkali penulis secara gamblang menjelaskan seluk-beluk dan kronologi penulisan buku. Sinkronkan apa yang anda tangkap dari bacaan sementara ini dengan membaca isi daftar isi dan teruskan membaca ringkasan di bab terakhir.
Anda mungkin perlu memberi sedikit perhatian pada bagan, grafik, gambar, diagram, dan poin umum yang ingin disampaikan oleh grafik dan gambar untuk memperoleh pemahaman yang lebih kuat dari bacaan. Kemampuan Anda untuk melakukan hal ini akan semakin meningkat dan semakin cepat seiring Anda sering melakukannya.

Saat Membaca

Tidak semua tulisan yang ada dalam bacaan perlu untuk kita baca secara keseluruhan. Intensitas untuk memilah kebutuhan bacaan tergantung pada tujuan kita saat membaca, apakah kita membaca bertujuan untuk menemukan jawaban maupun informasi tertentu atau ingin menyerap isi buku secara maksimal. Oleh karenanya, dalam hal ini setidaknya ada dua teknik membaca. Yaitu scanning dan skimming.

Teknik Skimming
Menurut Muhammad Noer, skimming dilakukan untuk melakukan pembacaan cepat secara umum dalam suatu bahan bacaan. Dalam skimming, proses membaca dilakukan secara melompat-lompat dengan melihat pokok-pokok pikiran utama dalam bahan bacaan sambil memahami tema besarnya. Sementara scanning adalah mencari satu jenis informasi tertentu dalam bahan bacaan.

Fungsi membaca skimming adalah untuk mendapatkan ide utama tentang topik bacaan, bukan detail secara rinci. Skimming dapat dikatakan berhasil jika pembaca bisa mendapatkan ide pokok dan bisa membayangkan apa yang dibahas dalam keseluruhan isi buku secara umum. Skimming memerlukan koordinasi yang baik dengan otak yang aktif bertanya, menganalisa, membandingkan, serta membuat kesimpulan. Adapun penerapan teknik skimming adalah dengan cara membaca judul bab terlebih dahulu, lalu dilanjutkan pada sub-bab dan beberapa alinea pertama dalam setiap bab-nya.

Teknik Scanning
Menurut Henry Guntur Tarigan, Scanning merupakan teknik membaca sekilas dan cepat, tetapi teliti dengan maksud menemukan dan memperoleh informasi tertentu atau fakta khusus dari sebuah bacaan. Dalam kata lain, teknik scanning atau membaca memindai adalah suatu teknik untuk mendapatkan informasi tanpa membaca yang lain-lain secara cepat dan tepat. Adapun langkah-langkah membaca scanning adalah sebagai berikut:
1) Jawablah pertanyaan berikut, “Apa yang ingin Anda cari dari buku ini?”.
2) Dengan bantuan daftar isi atau kata pengantar, carilah kemungkinan bahwa informasi yang Anda butuhkan itu ada dalam buku tersebut.
3) Fokuskan diri Anda untuk menelusuri dengan kecepatan tinggi setiap baris bacaan.
4) Berhentilah ketika Anda merasa menemukan kalimat atau judul yang menunjuk pada apa yang Anda cari.
5) Bacalah dengan kecepatan normal, dan pahami dengan baik apa yang Anda cari itu.

Teknik ini membutuhkan latihan. Semakin Anda melatih dan membiasakan membaca buku dengan teknik ini, maka Anda akan mengetahui corak-corak dalam buku. Anda akan semakin berpengalaman dan semakin mudah untuk menguasai isi dari buku ataupun bacaan.

Setelah Membaca

Lakukan tinjauan ulang setelah Anda selesai membaca buku. Hal ini sangat penting untuk menanamkan isi bacaan agar terekam kuat dalam pikiran. Bacaan yang kita baca perlu ditinjau ulang agar lebih menancap kuat dan lebih diingat. Mirip seperti mimpi, seringkali kita mengalami mimpi yang gamblang, tetapi lupa apa saja yang terjadi dalam mimpi saat terbangun. Untuk mengatasinya adalah dengan mengingat kembali saat baru terbangun. Begitu pula bacaan, ingatlah dan simpulkan bacaan yang baru Anda baca. Ini akan sangat membantu otak untuk menyimpan pemahaman lebih lama.

Untuk membantu menyelesaikan langkah ini, tanyakan pada diri Anda sendiri beberapa pertanyaan:
1) Apa yang saya ketahui sekarang yang tidak saya ketahui sebelum saya membaca buku ini?
2) Bila saya harus mengatakan kepada seseorang tentang apa yang saya baca, apa yang akan saya katakan?
3) Ceritakan apa yang baru saja Anda baca kepada orang lain yang mau mendengarkan.

Tulislah ringkasan dari apa yang Anda baca. Anda bisa menggunakan teknik mind-mapping atau meringkas dengan bentuk peta pikiran agar lebih mudah memahami alur bacaan. Intinya, setelah membaca, ulangi pemahaman-pemahaman yang didapat agar terlukis gambaran yang lebih jelas mengenai isi dari apa yang telah kita baca. Membuat kata kunci tertentu bisa membantu ringkasan bacaan lebih kuat dan lebih mudah tertanam dalam otak.

“Dengan membaca buku, kelak temanku seantero dunia” ˜Gus Dur˜

Cara Jitu Memilih Bacaan

Bacaan bisa memberi pengaruh yang sangat kuat. Sehingga bila tidak berhati-hati dalam memilih bacaan bisa-bisa malah memberikan dampak buruk. Konon ada seorang mahasiswa yang membaca buku semacam mistik, ia malah jadi keblinger dan diklaim gila oleh teman-teman bahkan keluarganya karena tingkah aneh setelah membacanya. Membaca harus pilih-pilih untuk tujuan positif serta mempertimbangkan kemampuan menyerap kita, karena salah memilih bacaan bisa jadi malah menjebak kita jatuh dalam hal-hal negatif.

Oleh karenanya, tidak salah jika beberapa orang memberi “warning” untuk menghindari bacaan ekstrim seperti bacaan yang penuh fitnah, mengajak untuk diskriminatif, bacaan propaganda, bacaan yang menuturkan peristiwa berdarah secara vulgar dan lain sebagainya. Standar yang dipakai untuk menghindari bacaan-bacaan ini tergantung dari keahlian dan latarbelakang pembaca.
Dari banyaknya buku yang ada, bacalah buku yang terbaik terlebih dahulu karena buku yang baik adalah seorang teman yang baik, “a good book is a good friend”. Henry David Thoreau mengatakan, “Bacalah buku-buku yang terbaik lebih dahulu. kalau tidak, mungkin kamu takkan berkesempatan membacanya sama sekali.” Budi Darma juga mengungkapkan, “Selesai membaca justru merupakan awal dari pengembaraan pikiran, perasaan, dan naluri pembaca. Karena itulah, berbagai bacaan yang baik akan meninggalkan kesan yang sukar terlupakan.”

Bagaimana Mendapatkan Bacaan Yang Tepat?

Hal paling dini yang dilakukan seseorang untuk membeli buku atau bacaan adalah dengan mengutamakan prioritas kebutuhan. Setidaknya ada empat prioritas yang perlu dipertimbangkan ketika memilih bacaan atau sebuah buku. Diantaranya adalah:
1) Penting dan mendesak. Buku dalam kategori ini adalah buku yang sangat dibutuhkan pada jarak waktu dekat. Sikap seseorang terkait akan hal ini adalah beli sekarang atau Anda mengalami kerugian besar.
2) Penting dan tidak mendesak. Yaitu buku-buku yang mampu menunjang keberhasilan. Seperti buku pengembangan diri, motivasi, maupun buku keterampilan tambahan. Anda tidak dikejar waktu untuk menguasai isi buku. Anda perlu untuk membaca dan mempelajarinya, tetapi tidak ada tuntutan dan batas waktu tertentu untuk memahami isinya.
3) Tidak penting dan mendesak. Yaitu buku-buku yang menghibur dan menjadi kesenangan Anda. Yang termasuk dalam kategori ini adalah buku-buku seperti novel, cerpen, karya sastra, kumpulan kisah dan hikmah, atau puisi. Apapun yang membuat Anda merasa refresh dan nyaman ketika membacanya. Buku-buku itu tidaklah penting, tetapi mendesak karena mampu memberikan efek fresh pada Anda sehingga mampu menunjang karir Anda.
4) Tidak penting dan tidak mendesak. Buku dalam kategori ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengembangan diri Anda maupun sekedar menghibur Anda. Bisa jadi buku ini adalah buku yang sudah Anda kuasai atau buku yang memang tidak ada kaitannya dengan minat Anda sama sekali. Hindarilah buku jenis ini sebisa mungkin dan jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membacanya.

Udpate-lah informasi sebanyak-banyaknya untuk mengetahui buku-buku bermutu yang berasal dari para reviewer. Anda bisa berlangganan newsletter dari situs penerbit atau katalog online. Beberapa diantaranya diulas dalam koran maupun majalah. Anda juga bisa memanfaatkan forum-forum maupun join komunitas online melalui jejaring sosial untuk mengetahui buku yang lagi naik daun.

Pilih Yang Berkualitas

Memilih bacaan atau buku seyogyanya memperhatikan kualitas. Scott Corbett mengatakan, “Aku sering merasa kasihan kepada orang yang tidak membaca buku bagus. Mereka melewatkan kesempatan untuk menjalani hidup tambahan.” Diantara standar kualitas sebuah buku dilihat dari indikator sebagai berikut:

Perhatikan Kompetensi Pengarang
Bagus tidaknya sebuah buku jelas tergantung dari kompetensi pengarang. Semakin berpengalaman seorang pengarang dengan tema buku yang ia karang, maka semakin berkualitaslah isi buku yang ia tulis. Pengarang dengan karya tulis best seller dan sudah dikenal memiliki reputasi professional dalam kancah tulis menulis jelas menempati prioritas yang perlu diutamakan daripada pengarang amatir. Walaupun hal ini tidaklah mutlak, tetapi kebanyakan memang demikian adanya.
Buku yang baik adalah ditulis oleh pengarang yang kompeten dalam bidang yang ia tulis. Anda jelas lebih memilih membeli buku tentang kehamilan dari pengarang bertitel “dr.” (dokter) daripada membeli buku dengan tema yang sama yang dikarang oleh seorang “S.H.” (Sarjana Hukum). Jika Anda ingin membeli buku tentang pertanian, sudah jelas Anda harus membelinya dari pengarang yang berlatar belakang pertanian, entah ditulis oleh seorang guru atau dosen pertanian, praktisi maupun pakar dalam bidang tersebut.

Kualitas Penerbit 
Di Indonesia, ada ratusan penerbit yang menerbitkan ribuan judul buku setiap tahunnya. Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sendiri mencatat kurang lebih ada 650 anggota penerbit yang tersebar di seluruh Indonesia. Belum lagi penerbit-penerbit kecil, bahkan penerbit indie yang tersebar dimana-mana. Bagi pembaca, perlu ada sikap selektif jika memang ingin mendapatkan bacaan yang berkualitas.

Dari banyaknya penerbit di Indonesia, tidak semuanya mampu mencetak buku yang berkualitas. Penerbit yang cukup lama eksis dalam dunia penerbitan biasanya memiliki kemampuan ini. Mereka memiliki penulis-penulis yang kompeten dan menerapkan persyaratan yang ketat dalam menyeleksi naskah. Biasanya penerbit seperti ini sudah memiliki “bendera besar” yang menjulang tinggi dalam segi distribusi buku sehingga bukunya banyak ditemukan dimana-mana.

Kualitas Isi
Bagaimana kita bisa tahu bahwa buku yang sedang ingin kita beli memiliki kualitas isi yang baik, padahal biasanya buku baru yang dipajang di toko-toko buku selalu dalam keadaan tersegel? Ya tepat sekali. Sebelum Anda pergi ke toko buku, Anda bisa menyempatkan diri untuk mencari buku berkualitas dari internet. Bacalah review atau resensi yang ada. Atau jangan malu-malu bertanya pada penjual buku untuk memperoleh informasi yang lebih spesifik.

Kualitas Fisik
Layout yang menarik, desain yang “catch eye” (menarik perhatian), cetakan yang bagus dan kertas yang berkualitas menjadi pilihan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Anda tentu tidak ingin membeli buku yang hanya bertahan 1 minggu karena penjilitan yang kurang baik sehingga tercecer kesana-kemari karena “protol”. Buku dengan kualitas fisik yang baik memang biasanya memakan anggaran belanja berlebih. Tetapi tidaklah perlu menghitung-hitung pengeluaran dalam hal ini, jika Anda memang benar-benar memperhatikan kualitas karena kualitas yang baik sepadan dengan pengeluaran berlebih.

“Buku itu seperti manusia. Ada yang bermartabat, ada yang cerdas, ada yang luar biasa cantik, ada yang lugu lagi jujur, ada yang sastrawan, ada yang menyalahkan, ada yang berkhianat, ada yang bodoh, tunduk lagi hina.”
˜Abbas Mahmud Al-Aqad˜



Powered by Blogger.