Halloween party ideas 2015


Manusia diberi sifat untuk bisa membenci atau mencintai sesuatu. Namun adakalanya manusia diberi sifat tersebut pada saat yang keliru, dimana dia seharusnya mencintai sesuatu namun malah membencinya. Membenci sesuatu yang seharusnya ia lakukan atau ia sukai itu bisa menjadi masalah yang besar dalam hidupnya.
Running man via piqsels.com

Bisa jadi kita sedang membenci sesuatu yang ternyata hal itu adalah baik bagi kita juga baik menurut orang-orang yang mendukung kita. Benci pada sesuatu yang buruk itu adalah kewajiban, tapi kadang kala manusia itu juga benci pada sesuatu yang baik.

Misalnya saja adalah bangun pagi untuk beribadah atau melakukan aktifitas kerja. Ataupun harusnya kita bergotong royong atau bersedekah namun karena suatu hal kita membencinya. Contoh lain misalnya tentang kebiasaan hidup sehat dengan berolahraga, makan-makanan yang menyehatkan seperti buah dan sayur. Bagi sebagaian kita, hal-hal yang positif ini pasti bisa menjadi hal yang dibenci, iya kan.

Oleh karenanya pada kesempatan kali ini, kangdidik.com akan mengupas tentang bagaimana caranya agar kita itu bisa menyukai atau mencintai sesuatu yang sebenarnya kita benci atau tidak kita senangi.

Alasan bagi kita untuk berusaha mencintai sesuatu yang mungkin kita benci ini adalah agar kita bisa mendapatkan manfaat yang besar, dimana manfaat ini tentu tidak hanya akan berdampak bagi kita tapi juga bagi orang-orang disekitar kita.

Tips dan Cara Agar Kita Bisa Mencintai atau Menyukai Sesuatu Hal yang Tidak Kita Sukai/Dibenci

Berikut ini adalah beberapa tips agar kita bisa mencintai dan menyukai hal-hal positif yang mungkin kita benci. Poin-poinnya adalah sebagaiman berikut ini:

1. Yakin pada Diri Sendiri Bahwa Kita akan Bisa menyukainya

Yang pertama kita lakukan adalah dengan meyakinkan diri seyakin-yakinnya bahwa kita akan bisa menyukai apa yang kita benci atau enggan kita lakukan. Keyakinan untuk mau berubah ini adalah langkah yang penting dan utama sebelum berusaha untuk mengerjakan langkah-langkah berikutnya.

Perubahan dalam diri kita itu tergantung pada niat dan kemauan, dan niat ini tergantung pada keyakinan kita dan percaya diri kita apakah kita bisa berubah atau tidak. Jika kita telah yakin bisa berubah maka kita bisa melanjutkan pada langkah berikutnya.

2. Melihat Manfaat, Sisi Baik atau Positif dari sesuatu yang Kita Benci

Bisa jadi kita membenci sesuatu itu karena kita tidak pernah melihat dan memperhatikan sisi baik dari apa yang kita benci. Dan selama ini kita meremehkan hal itu sehingga kita pun enggan dan tidak mau melakukannya.

Contoh sederhananya adalah olahraga, dimana orang yang jarang berolahraga karena benci dan tidak suka itu salah satu faktornya adalah karena kurangnya kesadaran tentang manfaat dan nilai positif dari olahraga itu sendiri. Banyak orang yang menyadari pentingnya olahraga setelah ada indikasi penyakit atau atas saran dokter sehingga dia pun bisa menyukai apa yang sebelumnya ia benci.

Namun seharusnya kita tidak begitu, jangan sampai terlambat menyukai baru kita melakukannya, kan kita sendiri yang rugi, iya kan?

Cara untuk menyelesaikan tahap ini adalah dengan mencari serta mendalami berbagai hal baik atau manfaat dari sesuatu yang kita membenci. Tanyakan kepada orang lain yang telah berubah dan merasakan manfaatnya. Dengan demikian kita pun akan tertarik dan bisa jadi lama-lama kita akan berminat untuk mencobanya.

2. Mencoba Sedikit demi sedikit, Pelan-Pelan namun Secara Kontinyu dan Istiqomah

Menyukai dan mencintai sesuatu yang tidak kita senangi itu butuh waktu, tidak bisa secara instan langsung menyukainya. Maka kita harus melakukan apa yang kita benci itu secara sedikit demi sedikit dengan pelan namun tetap istiqomah dalam menjalankannya.

Misalnya dalam hal sedekah, kita bisa memulai dengan senyuman karena senyum adalah sedekah. Lalu kita berusaha untuk berbagi, apapun itu dalam hal yang kecil sekalipun. Misalnya mengucapkan salam, memberi bantuan dengan mengambilkan barang seseorang yang terjatuh, menolong dalam hal-hal simpel dan kecil, lalu dilanjut dengan mendermakan uang, makanan dan ilmu pengetahuan.

Dengan dimulai pada setiap minggu, lalu setiap hari dan seterusnya, tergantung bagaimana kita memprogramnya. Lama kelamaan hal positif yang kita benci itu pun akan menjadi kebiasaan yang tak terasa kita lakukan dan akhirnya pun kita akan mencintainya.

3. Meminta Dukungan orang lain untuk Membantu Kita

Cara untuk menyukai sesuatu yang kita benci selanjutnya adalah dengan memohon bantuan orang lain agar mereka mendukung kita dan memberi support kepada kita. Misalkan jika kita hendak bangun malam untuk melaksanakan ibadah shalat, maka hendaknya kita meminta tolong ibu, saudara atau keluarga kita untuk membangunkan kita.

Contoh lain misalnya kita ingin hidup sehat dengan makan makanan sehat seperti sayur mayur dan beragam menu sehat lainnya, maka kita memohon dukungan kepada ibu kita untuk memasakkan khusus bagi kita masakan dengan menu sayur mayur yang sehat.

Atau kita bisa meminta dukungan dari guru atau pembimbing kita untuk mengingatkan dan mengajak kita untuk melakukan apa yang tidak kita sukai.

4. Berteman dengan Orang-Orang Yang Gemar Melakukan Apa Yang Kita Benci

Cara selanjutnya agar kita mencintai sesuatu yang kita benci adalah dengan berteman dan mendekati orang-orang yang melakukan apa yang kita benci itu. Misalnya kita ingin bisa menyukai olahraga tapi kita tidak suka, maka kita bisa mencari teman orang-orang yang menyukai olahraga sehingga kita bisa mendapatkan nasehat dan beragam pengetahuan yang bermanfaat.

Kita pun bisa lebih mudah melakukan olahraga karena ada kawan yang melakukannya. Jika kita ada kesulitan pasti kita akan mendapatkan bantuan dari kawan kita itu karena pastinya ia juga akan senang untuk membantu orang melakukan apa yang ia senangi.

5. Bersabar Jika ada Cemoohan, dan dengarkan Orang Yang Memberi Ekpresi Positif

Dalam rangka berjuang untuk melakukan sesuatu maka kita pasti akan mendapatkan rintangan. Tak terkecuali dalam rangka melakukan apa yang kita benci dan tidak kita sukai. Orang kadang bilang, tumben kamu mau ini mau itu. Maka janganlah dengarkan mereka karena hal itu bisa membuat semangat kendor.

Mending kita mendengar orang-orang yang memberikan ekpresi positif agar kita tetap semangat untuk melakukan kegiatan yang sebenarnya tidak kita senangi. Jadikanlah ekspresi teman-teman yang mendukung itu sebagai pemicu untuk lebih giat melakukan kegiatan yang sebenarnya tidak anda inginkan.


Powered by Blogger.