Bolehkah makan fast food saat hamil? Efek Sering Mengonsumsi Fast Food Saat Hamil

Bolehkah makan fast food saat hamil? Efek Sering Mengonsumsi Fast Food Saat Hamil

bolehkah makan fast food saat hamil? Fast food atau makanan cepat saji merupakan makanan yang banyak dipilih untuk dikonsumsi karena selain rasanya yang enak juga penyajiannya yang cepat.

Banyak sekali jenis makanan cepat saji yang disediakan oleh restoran dan tempat makan fast food yang mudah sekali dipesan bahkan dengan aplikasi melalui perangkat telepon.

Banyak yang menanyakan tentang fast food ini terutama bagi perempuan yang sedang hamil apakah aman jika mengonsumsi fast food ini. Di antara pertanyaan itu seperti bolehkah makan fast food saat hamil? Bolehkah hamil makan fast food? Apakah aman jika ibu hamil sering mengonsumsi fast food?

Bolehkah makan fast food saat hamil?

Secara singkat berdasarkan penelitian para ahli, ibu hamil atau saat hami seseorang tidak boleh mengonsumsi makanan fast food dengan terlalu sering. Hal ini karena beberapa penelitian menyebutkan efek buruk konsumsi fast food bagi ibu hamil.

Perlu dipahami bahwa fast food artinya adalah makanan cepat saji, yaitu makanan yang dalam penyajiannya memerlukan waktu yang cukup singkat. 

Tidak semua jenis makanan cepat saji atau fast food berarti tidak bergizi, karena ada pula jenis makanan fast food yang termasuk makanan bergizi.

Hal ini berbeda dengan istilah junk food atau makanan rendah gizi yang mana makanan ini dinilai memiliki gizi yang rendah sehingga tidak sehat untuk dikonsumsi.

Perbedaan Antara Fast Food dan Junk Food Dan Konsumsi Pada Ibu Hamil

Ada dua istilah yang kebanyakan dipahami sebagai istilah yang sama tentang makanan, yaitu fast food dan junk food. Fast food adalah makanan cepat saji yang artinya dalam penyajiannya membutuhkan waktu yang relatif cepat dan singkat.

Sedangkan junk food adalah makanan yang dinilai bergizi rendah dan biasa mengandung zat kurang baik yang berlebih seperti gula, perasa buatan, dan lemak sehingga disebut sebagai makanan sampah.

Kebanyakan orang menyamakan antara makanan fast food dan junk food karena biasanya kedua makanan itu dimasak dengan cepat, minim nutrisi dan mengandung bahan-bahan negatif berlebih.

Dengan demikian, sering mengonsumsi fast food maupun junk food saat hamil tidaklah disarankan. Meskipun demikian ada pula yang menyebutkan bahwa fast food tidak selamanya buruk karena jika diolah dengan bahan yang bergizi maka fast food bisa juga menjadi konsumsi yang baik.

Efek Mengkonsumsi Makanan Fast Food Saat Hamil

Menerapkan program konsumsi yang tidak sehat dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan gula dan lemak tinggi selama kehamilan bisa meningkatkan kemungkinan obesitas setelah kehamilan bagi ibu dan bayi.

Hal ini menjadikan ibu hamil harus berhati-hati dengan pola konsumsi serta makanan yang dipilih. 

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kndusmi makanan jenis fast food yang rendah gizi dan juga junk food yang dianggap sebagai makanan tak sehat terlebih pada saat hamil. 

Lalu mengapa fast food rendah gizi dan juga makanan junk food berbahaya selama kehamilan?

Mengkonsumsi makanan cepat saji atau fast food serta junk food selama kehamilan bisa menimbulkan berbagai macam risiko bagi kesehatan ibu dan bayi bahkan pasca melahirkan.

Fast food Junk food dianggap tidak sehat, karena biasanya mengandung berbagai zat negatif seperti lemak olahan, gula dan garam pekat, serta bahan-bahan pengawet dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa efek buruk konsumsi fast food dan junk food saat hamil:

1. Kekurangan gizi 

Karena fast food junk food tidak memiliki nilai gizi cukup maka mengkonsumsi junk food selama kehamilan menyebabkan kekurangan gizi pada ibu hamil. 

Bayi membutuhkan diet seimbang dalam hal vitamin dan mineral, asam amino dan lemak sehat untuk melanjutkan perkembangannya dengan cara yang sehat. Semua organ bayi juga terpengaruh oleh proses ini. 

2. Risiko Obesitas

Salah satu risiko yang terkait dengan konsumsi junk food selama kehamilan adalah bayi dalam kandungan meningkatkan risiko obesitas di masa depan. 

Pada kehamilan, ibu obesitas akibat konsumsi junk food memiliki risiko lebih tinggi untuk lahir prematur, keguguran, lahir mati, berat badan lahir tinggi dan berbagai cacat lahir. 

3. Risiko alergi dan asma

Studi menunjukkan bahwa risiko alergi dan asma lebih tinggi pada anak dari ibu yang banyak mengonsumsi junk food selama kehamilan. 

4. Efek negatif pada otak

Junk food, makanan olahan dan makanan cepat saji berpengaruh negatif terhadap kimia otak bayi dalam kandungan. 

5. Peningkatan risiko penyakit jantung 

Konsumsi junk food juga berhubungan langsung dengan kesehatan jantung. Jika Anda membuat kebiasaan ini selama kehamilan, risiko ini terus meningkat untuk anak Anda. 

6. Ketergantungan Makanan Serupa

Anak-anak dari ibu yang memiliki konsumsi tinggi junk food selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi kecanduan junk food dan makanan berbahaya lainnya di kemudian hari. 

7. Risiko Obesitas

Junk food yang mengandung gula tinggi, garam dan zat aditif dikaitkan dengan obesitas dan gula gestasional karena kandungan kalorinya yang tinggi. Selain gula kehamilan, ibu hamil juga dihadapkan pada risiko kelahiran prematur. 

8. Anomali genetik

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi junk food selama kehamilan meningkatkan risiko anomali genetik yang mungkin terjadi pada bayi yang belum lahir.

Itulah informasi tentang Bolehkah makan fast food saat hamil? Efek Sering Mengonsumsi Fast Food Saat Hamil. Semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung di website kangdidik.com

Previous Post Next Post

Advertisement