Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Pidato, Khutbah Jumat, Materi Ceramah Tentang Fadhilah atau Keutamaan Puasa

Contoh Pidato, Khutbah Jumat, Materi Ceramah Tentang Fadhilah atau Keutamaan Puasa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Qalallahu ta’ala fi kitabihil karim. A’udzubillahiminasysyaithanirrajim, bismillahirrahmanirrahim.
img pxhere.com
Hadirin-hadirat sekalian yang dirahmati Allah SWT.,
Marilah kita Haturkan Rasa Puji Syukur kita Kehadirat Allah SWT., dimana kita semua masih diberi kesempatan untuk melaksanakan perintah Allah SWT., yang dilaksanakan satu tahun sekali, yaitu puasa ramadhan. Semoga segala amal ibadah kita pada bulan ini meningkat dari segi kualitas maupun kuantitas dan diterima disisi Allah SWT.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Akhir Zaman, Nabi Muhammad SAW., yang telah membimbing kita agar dapat menjadi manusia seutuhnya menuju rahmat Allah SWT., dan keridhaan-Nya. Semoga kita semua, kelak di hari akhir mendapatkan syafaat dari beliau Amin Ya Rabbal Alamin.

Ucapan terimakasih, kami sampaikan kepada saudara pembawa acara yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan sedikit ceramah pada malam hari ini.
Hadirin-Hadirat yang dimuliakan Allah SWT.,

Alhamdulillah, kita semua telah menempuh berpuasa satu hari penuh. Seyogyanya kita semua senantiasa untuk mengoreksi diri setiap amalan ibadah yang telah kita lakukan. Ibadah itu diterima oleh Allah SWT., dengan beberapa aspek, diantaranya adalah niat dan keikhlasan. Maka, janganlah sampai ibadah kita tidak diterima karena ada setitik ketidak ikhlasan dalam diri kita.

Setiap amalan ibadah dalam islam, masing-masing mempunyai ketuamaan atau fadhilah. Seperti membaca al-Quran, dimana Nabi SAW., bersabda “khairukum man ta’allamal qura’ana wa ‘allamahu”. Artinya “sebaik-baik kalian adalah orang yang membaca al-Quran dan mengamalkannya”. Demikianlah dengan puasa yang telah kita laksanakan, ibadah ini juga mempunyai keutamaan tersendiri.
Allah SWT., berfirman di dalam al-Quran:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah ayat 183).

Ayat diatas menjelaskan kewajiban untuk melaksanakan ibadah puasa, dan kita sebagai orang muslim, harus melaksanakan ibadah ini dengan sebaik-baiknya supaya kita bertakwa kepada Allah SWT.

Hadirin-hadirat sekalian
Ibadah puasa mempunyai beberapa keutamaan,
“Yang pertama adalah, puasa termasuk amal ibadah yang mulia dimana pahalanya akan dibalas langsung oleh Allah SWT., sendiri.”

Amal-amal ibadah yang lain sudah disebutkan pahala ataupun keutamaannya. Berbeda dengan puasa dimana kalkulasi pahalanya tidak disebutkan. Kita lihat saja tentang keutamaan shalalat berjamaah, keutamaan shalat berjamaah adalah lebih baik daripada shalat munfarid sebanyak 27 derajat.
Ibadah yang lain seperti shadaqah juga sudah disebutkan balasannya, Allah SWT., berfirman:

“perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 261).

Sedangkan untuk balasan ibadah puasa, Allah SWT., berfirman dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzi, hadis dari Sahabat Abu Hurairah.
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم قال الله عز و جل : كل عمل بن آدم له إلا الصيام هو لي وأنا أجزي به
Allah berfirman: "Setiap amal anak Adam untuknya kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya…"

Nah, kita sebagai hamba Allah SWT., haruslah berusaha untuk memperbaiki kualitas ibadah kita, termasuk puasa, sebagaimana hadis di atas pahala puasa tidak disebutkan secara langsung dan hal ini mestilah mendorong kita untuk lebih meningkatkan kualitas berpuasa kita. Ibarat seorang pegawai yang bekerja di sebuah kantor, puasa adalah pekerjaan yang langsung dibalas oleh bos-nya. Gaji yang diberikan bisa saja sangat berlebih diluar dugaan kita, dan hal ini tentu saja bergantung pada kualitas pekerjaan kita.
Hadirin-hadirat yang dirahmati Allah SWT.,

Keutamaan yang kedua adalah, 
“Bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah SWT., dari pada minyak misik”
Dalam Kitab Shahih Bukhari, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA., bahwa Rasulullah SAW., bersabda,
والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada harumnya minyak misik”

Memang orang yang berpuasa akan mengalami bau mulut. Hal ini disebabkan karena mulut berhenti mengunyah makanan selama satu hari sehingga muncul bau mulut. Faktor lain seperti berdiam diri, dan beberapa  jenis makanan saat sahur juga mempengaruhi adanya bau mulut. Bau mulut orang yang berpuasa kelak di hari akhir akan lebih harum dan lebih wangi dari pada minyak misik. Ini menunjukkan bahwa dengan berpuasa seseorang dapat menggapai kemulyaan disisi Allah SWT.

Keutamaan selanjutnya yang akan diperoleh orang yang berpuasa adalah
“Mendapatkan dua kegembiraan”
Hadirin-hadirat yang dirahmati Allah SWT., Rasulullah SAW., bersabda dalam sebuah hadis yang saya kutip dari kitab Shahih Bukhari:
للصائم فرحتان يفرحهما إذا أفطر فرح وإذا لقي ربه فرح بصومه
“Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan; ketika berbuka dia gembira dengan bukanya dan ketika bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya.”

Orang yang melakukan puasa pasti merasakan lapar dahaga, letih, serta selalu berusaha untuk menahan segala bentuk nafsu yang timbul dari dalam dirinya. Apa lagi yang melaksanakan adalah saudara kita yang bekerja keras disiang hari untuk mencari nafkah, maka puasa memang berat. Akan tetapi itu adalah ujian yang harus kita laksanakan sebagai orang muslim.

Orang yang berpuasa akan mendapat dua kegembiraan sebagaimana hadis Nabi diatas, yang pertama adalah ketika berbuka puasa. Kita semua pasti akan bergembira dan senang jika adzan maghrib dikumandangkan, tanda bahwa kita semua boleh melakukan apa saja yang dapat membatalkan puasa seperti makan dan minum. Berbuka puasa akan terasa sangat nikmat luarbiasa karena kita menyantap makanan saat perut lapar. Berbeda kalau kita makan dihari-hari biasa, terkadang kita merasa bosan. Nikmat yang kedua adalah nikmat yang tiada tara. Nikmat ini akan diterima di akhirat kelak, saat bertemu dengan Allah SWT., seseorang yang melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya kan merasa senang dan gembira dengan balasan ibadah puasa. Allahummaj’alna minhum, Ya Allah jadikanlah kami dari golongan mereka, amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Hadirin-hadirat rakhimakumullah
Yang keempat adalah, puasa “Dapat menyebabkan seseorang masuk surga”
Nabi SAW., suatu hari pernah ditanya oleh sahabat Umamah, ia berkata “Saya datang kepada Rasulullah SAW., saya berkata, perintahkan kepada saya dengan sebuah amal yang dapat memasukkan saya ke dalam surga.” Rasulullah SAW., pun menjawab:
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ
“Berpuasalah, sesungguhnya tiada tandingan baginya"
suatu waktu, Sahabat Umamah mendatangi Rasulullah SAW., untuk yang kedua kalinya dan mengatakan perkataan yang sama. Jawab Rasulullah SAW., pun juga sama “berpuasalah”.

Fadhilah Puasa yang terakhir adalah
“Puasa satu hari dapat menjauhkan dari neraka sepanjang tujuhpuluh musim”
Di dalam kitab Shahih Bukhari disebutkan sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa’id RA.
عن أبي سعيد رضي الله عنه قال: سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يقول من صام يوما في سبيل الله بعد الله وجهه عن النار سبعين خريفا

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah kecuali Allah menjauhkan wajahnya dengan hari itu dari api neraka tujuh puluh musim.”

Hadirin-hadirat Yang dimulyakan Allah SWT.

Demikian besar sekali pahala yang telah disediakan Allah kepada para hambanya yang taat kepada-Nya. Fadhilah-fadhilah puasa sebagaimana yang disebutkan dalam hadis-hadis Nabi SAW., diatas seyogyanya mampu memacu kita untuk lebih meningkatkan kadar puasa kita baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Dan semoga pula, amal yang telah kita laksanakan sepanjang hidup kita, diterima Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Cukup sekian apa yang dapat saya sampaikan. Bila ada kata yang kurang berkenan dihati hadirin sekalian, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wabillahittaufiq wal hidayyah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.