Halloween party ideas 2015


Sebelum kita mengulas tentang teknik dalam menyampaikan pidato agar berhasil dan sukses, kita akan membahas tentang faktor yang mempengaruhi kualitas dalam berpidato. Tata cara berpidato yang baik dan benar ini perlu dipelajari agar kita bisa menyampaikan pidato secara baik.

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas dalam Berpidato

Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi kualitas berpidato seseorang. Secara umum, beragam faktor tersebut dapat dibagi menjadi dua. Yaitu faktor eksternal (di luar diri) dan faktor internal (dalam diri). Pembagian ini bukan berarti satu dengan yang lain berjalan sendiri-sendiri, tetapi sebaliknya bisa jadi malah saling mempengaruhi.
img pxhere.com

1. Faktor internal.

Bagi seorang penceramah, perlu sekali mengetahui seluk-beluk diri dan kecenderungannya. Mengetahui psikologis diri sendiri sangat penting dalam hal ini. Beberapa hal yang perlu dijawab seperti mengapa saya demam panggung, sulit ngomong, dan lain sebagainya.

2. Faktor eksternal.

Pernah ada sebuah cerita, seorang da’i yang terkenal mampu untuk menyampaikan pidato selama berjam-jam. Tetapi ketika ia ada masalah dengan keluarga, ia hanya mampu menyampaikan pidato selama 30 menit saja. Ternyata dalam kasus ini, faktor yang menjadi penyebab kegagalan diatas adalah adanya permasalahan keluarga yang mengakibatkan pikiran keruh dan tidak fokus. Tetapi jika kita dapat mengatur dengan baik, maka masalah itu dapat dengan mudah diselesaikan dengan berbagai cara. Dan apa bila masalah-masalah seperti itu masih menghantui kita, maka ini adalah usaha kita bagaimana dapat melupakan masalah itu dengan memusatkan pikiran pada acara, melupakan masalah dengan humor-humor saat bercengkrama dengan para hadirin yang ada.

Menjaga penampilan sangat penting dalam berpidato. Pakaian yang tepat beserta aksesorisnya membantu menjaga kepercayaan diri dalam acara. Selain itu, perhatian dan penilaian audiens juga tergantung pada penampilan. Hal ini mampu menambah performa anda dalam berpidato.

Bagaimana memilih pakaian yang baik? Jawabannya adalah opsional, tergantung acara yang dilaksanakan. Bisa jadi berpakaian seperti layaknya audiens yang lain adalah lebih baik.

Teknik Persiapan dalam Menyampaikan Pidato

Setelah kita mengetahui tentang seluk-beluk pidato, struktur dan bagian-bagiannya, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan segala sesuatu sebelum pelaksanaan pidato. Bagi para pemula, biasanya akan menuai rasa cemas, canggung, grogi, dan lain sebagainya. rasa takut tentang bagaimana nanti menghadapi pendengar dapat menyebabkan panas-dingin disekujur tubuh. Untuk itu sangat penting mempersiapkan secara matang, dan memahami seluk beluk hal-hal diluar pidato, termasuk diri sendiri dan suasana acara.

Sebelum pelaksanaan pidato, perlu anda teliti dan ketahui medan yang akan anda terjuni. Hal ini akan menentukan materi apa yang akan anda sampaikan serta beberapa hal yang terkait dengan pidato.
1. Ketahui sasaran.
Mengetahui pendengar merupakan hal penting yang harus diketahui. Poin-poinnya adalah:
a. Siapa saja yang hadir dalam acara.
b. Tingkat intelektual pendengar.
c. Umur.
d. Jumlah pendengar.

Kesemuaan hal diatas akan berkaitan dengan materi dan model pidato anda. Jika yang hadir adalah pelajar, maka seyogyanya materi pidato akan mengarahkan pada semangat kepemudaan. Dan berbeda lagi jika acara tersebut dihadiri adalah para orang tua, maka yang disampaikan biasanya mengarah kepada bagaimana cara mendidik anak, membangun keluarga harmonis dan lain sebagainya. misalnya anda menyampaikan acara tahun baru, maka jika pendengar adalah mahasiswa, materi bisa diarahkan pada motivasi pelajar agar pada tahun baru ini harus ditingkatkan kualitas diri, baik dalam belajar, berbakti kepada orang tua, dan menciptakan masa depan yang bahagia dengan usaha sejak dini.

Mempelajari tentang Tempat dan waktu.

Poin yang perlu dipelajari:
a. Acara apa yang akan anda hadiri.
b. Dimana anda akan menyampaikan pidato. Apakah disekolah, rumah dan, lain sebagainya.
c. Kapan anda menyampaikan pidato.

Poin-poin diatas selain menentukan tema dalam pidato, juga dapat menjadi pertimbangan anda tentang komposisi materi yang akan anda sampaikan. Anda dapat memilih aksesoris apa saja yang akan mewarnai pidato anda. Jika dalam pidato anda diperlukan slide, maka anda akan mengurungkan niat anda kalau ternyata dalam acara tidak ada slide.

Penyebab kesalahan yang biasa diperbuat oleh orang yang baru terjun dalam berpidato salah satunya adalah karena tidak mengetahui seluk-beluk medan, termasuk mengetahui pendengar. Dengan mengetahui pendengar, anda akan berpikir untuk menggunakan istilah-istilah yang sesuai dalam pidato. Anda tidak akan menyanyikan lagu bahasa inggris untuk refreshing, dimana anda sedang berpidato di depan pendengar berlatar belakang pendidikan rendah dan hanya mengetahui bahasa daerah setempat.

Tips Sebelum Menyampaikan Pidato

Pada tahap ini, seseorang telah selesai dalam hal persiapan materi pidato, atau mental dalam berpidato. Anda sekarang telah berada dalam acara dan menunggu giliran anda dalam menyampaikan pidato. Beberapa hal yang perlu dilakukan pada saat ini adalah:

1. Duduk dengan sikap tenang untuk selalu menjaga mental dan menjauhkan rasa grogi.
2. Memerhatikan setiap apa yang disampaikan pada acara. Penting sekali dilakukan, karena mungkin dalam pidato nanti, kita akan menyinggung pula bagian materi yang disampaikan sebelumnya, seperti perkataan “Sebagaimana tadi yang telah disinggung oleh pemateri sebelumnya bahwa pembicaraan pada bulan puasa ini, lahan–lahan untuk memperkaya pahala dan mengurangi dosa sangat luas.,” dan lain sebagainya. pembicaraan model seperti ini selain menunjukkan professionalitas juga dapat memberi tekanan pada pendengar terhadap materi yang akan disampaikan.
3. Menyapa hadirin yang ada disamping kita.
Seperti berjabat tangan, berkenalan sebentar, atau sedikit membincangkan materi yang disampaikan pada saat itu. Hal ini dapat membantu untuk tetap menjaga mental agar serasa seperti para audiens yang lain.

Tips Saat Berdiri Di Atas Mimbar/Podium

Saat nama anda dipanggil, maka berjalanlah dengan tenang menuju podium atau mimbar yang telah disediakan. Biasanya saat berjalan seseorang berjabat tangan dengan beberapa hadirin yang dilewati. Dan pada saat berada diatas mimbar beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

1. Berdiri tegak dan mengarahkan pandangan kepada seluruh audiens. Penting sekali hal tersebut anda lakukan karena salah-satu fungsinya adalah untuk menguasai audiens dan panggung dan hal ini juga mampu mendatangkan rasa simpatik dari audiens karena mereka merasa mendapat perhatian. Tataplah mata setiap audiens semampu anda agar mampu menciptakan komunikasi yang hidup, seakan anda berbicara dengan seseorang pada jarak dekat. Tetapi langkah yang satu ini terkadang diabaikan oleh beberapa orang, karena diduga sebagai penyebab timbulnya demam panggung dan biasanya mereka seakan melihat kepada audiens secara merata padahal hanya melihat sekilas saja tanpa melakukan kontak mata. Mungkin anda dapat memilih bagaimana sebaiknya dengan melakukan praktik pidato.

2. Memeriksa alat pengeras suara yang telah disediakan. Seperti mengetes dengan mengatakan “halo”, “tes”, dan lain sebagainya. pernah suatu ketika ada seseorang langsung memegang microphon dan mengucapkan salam, ternyata microphonnya tidak berfungsi dan akhirnya orang tersebut tidak dapat menguasai dirinya. Biasanya kesalahan semacam ini dapat memicu demam panggung.

3. Berusaha menenangkan diri tanpa memikirkan apa yang akan disampaikan. Maksudnya adalah, pada detik-detik ini, usahakan diri anda untuk mampu menguasai keadaan, diri anda, dan panggung. Memikirkan atau mengingat-ingat materi pidato bukan tempatnya disini. Intinya pada saat ini adalah bagaimana keadaan diatas panggung itu sama dengan keadaan sebelum diatas panggung.

4. Aturlah suara anda sesuai dengan materi yang disampaikan. Intonasi dalam berpidato sangat penting karena menunjukkan bahwa seseoorang itu telah menguasai dan mampu menghayati isi pidato. Berilah sedikit tekanan pada beberapa tempat seperti pada bagian pertanyaan “bukankah pengeboman dan pembunuhan malah mendatangkan bahaya yang lebih besar?” berikut penekanan pada pernyataan-pernyataan yang lain.

5. Melakukan gerakan-gerakan tertentu. Pidato yang bagus adalah pidato yang hidup. Itulah yang membedakan pidato secara langsung dengan pidato yang disampaikan lewat tulisan atau radio. Menggerakkan bagian tubuh seperti tangan, badan dan lain sebagainya mengiringi beberapa bagian pada pidato sangat perlu. Seperti mengacungkan jari menunjuk kesuatu arah ketika mengatakan “apakah mereka orang yang benar sendiri sehingga berani menghakimi orang lain dengan semaunya”, dan lain sebagainya. tapi perlu diingat pula, gerakan yang terlalu over juga dapat mengurangi nilai pidato.

Mulailah pidato anda dengan baik, fokus pada pembicaraan, dan nikmati posisi anda diatas mimbar. Setiap melaksanakan pidato berarti berusaha untuk belajar. Semakin sering berpidato maka semakin banyak pula didapat pengalaman untuk even-even berikutnya.

Beberapa Kesalahan Yang Perlu Dihindari Saat Berpidato

Pada saat melaksanakan pidato perlu anda hindari beberapa kesalahan yang membuat pidato anda kurang efektif baik yang berkaitan dengan sikap maupun yang berkaitan dengan penyampaian.

1. Kesalahan yang berhubungan dengan sikap

a. Kurang mengarahkan pandangan mata.
Sebagaimana pernah disinggung sebelumnya, bahwa pada saat berpidato, seseorang harus mampu untuk mengajak audiens untuk seolah-olah berkomunikasi. Hindari pandangan yang hanya terfokus pada satu titik saja. Biasakan pandangan anda untuk diarahkan ke beberapa sudut agar pendengar serasa diajak berkomunikasi dan akhirnya menaruh perhatian kepada anda.
b. Terlalu banyak gerak.
Terkadang, seseorang menyampaikan pidato dengan semangat yang menggebu-gebu dan dampaknya adalah gerakan bagian tubuh yang lepas kontrol. Hindari kesalahan semacam ini. Aturlah sedemikian rupa sehingga komponen-komponen pidato seimbang antara gerak dan suara.

2. Kesalahan yang berhubungan dengan penyampaian

a. Hindari pengulangan-pengulangan.
Mungkin karena saking bingungnya, seseorang dalam menyampaikan pidato melakukan pengulangan materi atau kata seperti “eh, emm, anu”, dan lain sebagainya. kuncinya adalah terus berlatih dalam hal pengucapan. Mengulangi materi juga dapat membuat bosan pendengar kecuali pada beberapa kasus tertentu, perlu dilakukan pengulangan. Cara agar tidak ada kasus seperti ini, pidato harus dibuat dengan sistematis dan runtut.
b. Tempo bicara yang terlalu cepat
Masalah yang satu ini harus dihindari karena dapat mengaburkan pidato anda sendiri. Berbicara terlalu cepat akan membuat pendengar kesulitan dalam menangkap pembicaraan dan mencerna kata-kata yang anda sampaikan. Kecuali pada bagian-bagian tertentu mungkin anda membutuhkan tempo yang cepat, tetapi secara mendasar tempo yang cepat hindari. Mulailah dengan pembicaraan yang pelan, lemah lembut, dan mengena.



Powered by Blogger.