Halloween party ideas 2015


Mengajar itu bisa dibilang merupakan pekerjaan yang sulit. Setiap hari seorang guru, dosen atau pengajar berkewajiban untuk memenuhi berbagai tugas yang sangat besar dan tentu merek harus rela mengeluarkan semua tenaga dan waktu untuk menjadi guru yang baik.
Cara Mengetahui Adanya Copy Paste atau Plagiarisme Bagi Dosen, Guru atau Pengajar dari Murid atau Mahasiswa/ pxhere.com
Seorang guru dan pengajar tentu berusaha keras serta berharap agar siswanya juga melakukan hal yang sama. Namun yang namanya siswa atau mahasiswa tidak semuanya sama.

Ada yang rajin mengerjakan tugas namun ada juga yang karena beragam alasan tertentu lebih memilih untuk copy paste dari internet alias plagiat.

Disinilah bagi seorang guru, dosen atau pengajar perlu memiliki strategi dan cara jitu dalam mendeteksi adanya copy paste, copas, menjiplak, mencontek total, plagiarisme atau apapun itu.

Yaitu tindakan mengkopy dan menyalin suatu pekerjaan atau tugas dari internet dan langsung membuatnya sebagai tugas atas namanya sendiri.

Jika suatu tulisan dijadikan referensi itu tentu bagus, namun ada juga siswa atau mahasiswa yang hanya copy paste saja alias menjiplak total dari internet tentu ini adalah pekerjaan yang keliru.

Cara Mengetahui Adanya Copy Paste atau Plagiarisme

Cara mendeteksi plagiarisme dari tugas siswa, mahasiswa atau murid itu banyak sekali. Cara-cara tersebut di antaranya adalah:

Memanfaatkan Mesin Pencarian Untuk mengetahui Copy-Paste

Cara paling sederhana adalah dengan mengetikkan kalimat pada satu paragraf di mesin pencarian misalnya google, lalu mengeceknya apakah ada kesamaan dengan website yang ditemukan di penelusuran. 

Misalnya di bawah ini kita mengetikkan paragraf pada suatu artikel atau makalah dari siswa atau mahasiswa dan mencarinya di internet.

Contoh tulisannya adalah diambil dari paragraf "Pendidikan diupayakan dengan berawal dari manusia apa adanya (aktualisasi) dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang apa adanya (potensialitas)"

Semakin panjang kalimatnya hasilnnya bisa dibilang semakin akurat. 
Pada halaman yang kelihatannya sama isinya, klik dan periksa apakah tulisannya sama dengan halaman yang ada di internet itu. 

Ulangi beberapa kali pada halaman yang berbeda apakah ada tulisan yang dicopy paste pada paragraf yang lain.

Kelebihan cara ini kita bisa melihat hasil secara akurat di kotak penelusuran tentang adanya copy paste atau plagiarisme dalam sebuah tulisan.

Namun kelemahannya adalah karena caranya manual maka membutuhkan waktu yang cukup lama.

Menggunakan Layanan Online Untuk Mengidentifikasi Copy Paste

Untuk cara yang lebih efisien untuk mengetahui adanya copy paste atau menjiplak dari makalah atau artikel, dosen atau guru bisa menggunakan layanan online, namun syaratnya adalah dosen atau guru tersebut harus punya file makalah atau artikelnya.

Jika tidak, maka dosen atau guru harus mengetik sendiri satu paragraf atau lebih untuk mengecek ada copy paste atau tidak dalam tulisan murid atau siswa.

Caranya adalah dengan mengunjungi halaman berikut: https://smallseotools.com/plagiarism-checker/

Masukkan artikel dengan mencopy dan mempaste pada kolom yang ada, lalu klik tombol check plagiarism seperti di bawah ini.

Batasan artikel yang bisa ditest adalah panjangnya 1000 kata. Jika artikelnya panjang melebihi batas, anda bisa melakukannya beberapa kali. 

Saya mencoba menggunakan artikel yang saya copas dari internet, dan ternyata hasilnya terdeteksi 100% plagiat alias njiplak.

Bisa dibilang, alat ini bisa mendeteksi secara akurat akan ada atau tidak adanya copy paste dalam sebuah tulisan.

Juga kalau ada copy pastenya, maka akan ditunjukkan halaman mana yang dicopy pada internet.
Guru dan dosen bisa menggunakan layanan semisal lainnya yang banyak ditemukan di internet. Misalnya dengan https://www.duplichecker.com/ , https://www.quetext.com/https://www.bibme.org/grammar-and-plagiarism/ dan lain-lain, silahkan dicari sendiri dengan mengetik plagiarism checker di google.

Menggunakan Aplikasi Khusus Deteksi Plagiarisme

Selain dengan tool online, anda bisa menggunakan aplikasi komputer misalnya dengan aplikasi  Plagiarism Checker X yang berbayar yang bisa anda dilihat disini https://plagiarismcheckerx.com/.

Kelebihan dari aplikasi ini adalah anda bisa mengecek artikel apakah mengandung plagiat atau tidak dalam jumlah yang banyak.

Cara Untuk Menghindari Aktivitas Menjiplak Atau Plagiarisme 

Sebagai seorang dosen atau guru, Anda harus memulai langkah-langkah dan menetapkan aturan agar para murid atau mahasiswa tidak melakukan tindakan plagiat atau menjiplak. Untuk itu Anda dapat menggunakan beberapa strategi berikut ini:

Pelajari Alasan Siswa Menjiplak atau Copy Paste

Siswa Anda mungkin kekurangan waktu atau terlalu malas untuk berpikir secara mandiri. Siswa mungkin tidak tertarik dengan tugas atau subjek tertentu secara umum. Mereka mungkin tidak tahu efek negatif plagiarisme atau mereka mungkin berpikir plagiarisme adalah hal yang sah.

Dengan mempertimbangkan beragam alasan dari murid atau mahasiswa ini akan memandu Anda dalam memutuskan bagaimana membantu siswa Anda menghindari plagiarisme.

Pelajari lebih lanjut tentang plagiarisme

Anda bisa memberi tahu mereka tentang kasus plagiarisme yang berdampak negatif, konsekuensi plagiarisme , dan beragam efek buruk dari plagiarisme lainnya.

Rencanakanlah untuk membahas masalah ini dengan siswa Anda, dorong mereka untuk bertukar ide tentang cara menulis yang lebih baik tanpa menggunakan penyalinan dan copy paste belaka.

Sarankan cara untuk mengutip Yang Benar

Beri tahu siswa Anda bagaimana mereka harus mengutip dengan benar dan bagaimana mengatur daftar referensi. Jelaskan mengapa penting untuk memberikan kredit kepada penulis dan sumber asli.
Terapkan aturan ketat.

Beri tahu siswa Anda tentang konsekuensi yang ditimbulkandari tindakan penjiplakan. Setelah Anda menetapkan aturan yang pasti dan semua orang tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang diharapkan, maka siswa bisa belajar lebih serius dalam mengerjakan tugas dengan kemampuan mereka.

Itulah informasi tentang Cara Mengetahui Adanya Copy Paste atau Plagiarisme Bagi Dosen, Guru atau Pengajar dari Murid atau Mahasiswa.

Semoga bermanfaat.


Powered by Blogger.