Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

mengapa negara yang memiliki musim dingin siang hari nya lebih pendek


Halo semuanya, kali ini kangdidik.com akan membahas pertanyaan seputar mengapa sih negara yang mengalami musim dingin pasti siang harinya lebih pendek dari pada siangnya? 

Bagi pembaca yang pernah ke negara musim dingin, entah di daerah belahan utara seperti Jepang, China Utara, Rusia, Turki dan Eropa atau Amerika Utara, pasti akan mengalami hal yang sama, yaitu pas musim dingin maka siang hari akan pendek dan malam hari akan panjang.

Begitu pula daerah yang mengalami musim dingin di bagian selatan misalnya Australia. Maka akan ada perubahan waktu yang bisa jadi mengganggu jadwal pekerjaan bagi yang belum pernah mengalaminya seperti kita orang Indonesia.

Kita di Indonesia jamnya selalu sama, misalnya subuh jam setengah empat, matahari terbit sekitar jam 6 dan magrhib sekitar setengah enam. 

Mungkin ada perbuahan maju mundur sedikit pada beberapa waktu tertentu, tapi perubahannya hanyalah hitungan menit.

Berbeda dengan daerah-daerah musim dingin, perubahannya sampai berjam-jam. Misalnya kangdidik.com saat ini tinggal di Turki. 

Waktu musim dingin pada bulan oktober November Desember Januari Februari, maka jam malam lebih banyak dan lebih lama daripada jam siang.

Sebut saja maghrib pada musim dingin sekitar jam setengah 6, dan matahari terbit pada jam 8 pagi. Jadi di jam setengah 8 kita masih bisa shalat subuh.

Berbeda dengan saat musim panas, dimana subuh jam setengah 4 dan maghribnya jam setengah 9. Mantap kan kalau pas puasa di musim panas gitu.

Lalu mengapa negara yang memiliki musim dingin siang hari nya lebih pendek?

Salah satu penyebabnya adalah bumi itu tidak tegak lurus sepenuhnya alias posisinya miring dalam orbitnya pada matahari. Jadi perpindahan posisi bumi ketika mengelilingi matahari pun menyebabkan terjadinya musim dingin dan musim panas.
 
Perhatikan gambar bumi dan matahari di Atas. Pada gambar bumi di sebelah kiri, bumi terlihat condong ke sebelah kanan yang dengannya bagian atas yaitu bagian amerika utara mengalami musim panas karena terkena paparan sinar matahari. 

Namun pada bagian bumi sebelah kanan, bumi yang juga condong ke arah kanan itu terlihat bahwa yang terkena paparan sinar matahari adalah bagian bawah atau selatan bumi, jadi pada bulan desember, bagian utara bumi mengalami musim dingin karena minim cahaya sedangkan bagian selatan bumi mengalami musim panas.

Hari-hari lebih pendek di musim dingin daripada di musim panas ini disebabkan karena kemiringan sumbu Bumi itu. Bumi secara sebenarnya berada pada sedikit posisi kemiringan (tidak 'lurus ke atas dan ke bawah' seperti ketika kita membayangkan bola dunia). 

Kemiringan ini konstan, sehingga saat bumi mengorbit mengelilingi matahari, satu belahan bumi akan terpapar matahari lebih banyak dari yang lain.