Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Nilai dan Manfaat Dari Kisah-Kisah Perjuangan para Nabi dalam al-Qur’an

Kisah Nabi Dalam al-Quran

Al-Quran sebagai buku petunjuk yang menyeluruh dan sempurna berisi segala yang memiliki faedah untuk mengajak manusia menuju jalan kebenaran. Di dalam al-Quran selain disebutkan beberapa kalam Allah yang tertuju langsung kepada manusia juga berisi beragam kisah-kisah nabi dan umat-umat terdahulu. Tujuan dari penyebutan kisah dalam al-Quran itu tidak lain adalah supaya manusia memperhatikan ibrah atau hikmah tentang orang-orang dalam kisah itu.
arab painting via wikimedia.org

Di dalam al-Quran disebutkan beberapa kisah nabi yang salah satunya adalah sebagai kisah supaya diketahui oleh Nabi Muhammad saw. dengan tujuan untuk membuat hati nabi menjadi teguh. Juga kebenaran dalam kisah nabi-nabi itu supaya menjadi nasehat dan pengingat bagi orang mukmin.

Dalam al-Quran disebutkan:

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

“Kisah-kisah rasul itu Kami ceritakan semuanya kepadamu (Muhammad), agar dengan itu Kami teguhkan hatimu; dan telah datang darinya segala kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang-orang yang beriman” (Hud: 120).

Dengan adanya kisah-kisah nabi itu, hati Nabi pun menjadi tenang dan yakin akan janji Allah, juga hati nabi menjadi tegar atas gangguan dan tuduhan dusta dari para kaumnya yang ingkar. Thahir bin Asyur mengatakan, bahwa sesungguhnya al-Quran yang berasal dari Allah itu berisi nasehat yang bagus, kisah yang bermanfaat dan kesaksian yang membekas, dimana semua itu adalah hal terbesar berupa hikmah dan nasehat.

Manfaat Dari Kisah-Kisah Perjuangan para Nabi dalam al-Qur’an

Sebagai umat Islam, kita pun juga harus bisa mengambil hikmah dan manfaat dari kisah-kisah para nabi yang disebutkan dalam al-Quran. Kisah-kisah itu bisa kita ambil hikmah dan intisarinya untuk kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun beberapa nilai manfaat serta hikmah yang dapat diambil dari kisah-kisah perjuangan para nabi dalam al Qur’an antara lain sebagai berikut:

1. Menjelaskan bahwa Dakwah Nabi Muhammad Saw. adalah benar

Ketika nabi didebat oleh ahli kitab maka Allah pun menunjukkan kisah-kisah ahli kitab yang ingkar dan merubah wahyu yang disampaikan kepada mereka. Hal ini adalah dukungan kepada nabi dengan menjawab tantangan ahli kitab menggunakan kisah-kisah tentang mereka.

Dalam al-Quran banyak dijelaskan sifat ahli kitab yang merubah wahyu, mengingkari nabi mereka dan bahkan mereka pun membunuh para nabi. Ayat tentang hal itu pun akan membuat ahli kitab mundur karena sejarah dan kisah mereka diingatkan kembali dalam al-Quran sehingga memaksa mereka untuk menerima kebenaran nabi.

2. Kisah-kisah dalam al-Quran memberi penjelasan tentang asas dakwah Islam untuk bertauhid

Semua dakwah para nabi adalah memiliki satu misi, yaitu agar manusia menyembah Allah yang Esa.

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku" (Q.S Al-Anbiya’: 25)

Adapun kisah para nabi terdahulu dalam al-Quran menguatkan dakwah nabi yang mengajarkan manusia untuk menyembah Tuhan Yang Satu yaitu Allah.

3. Membuat hati nabi menjadi teguh bahwa nabi-nabi terdahulu pun ditentang dakwahnya bahkan dibunuh oleh kaumnya

Seringkali nabi merasa berat ketika menghadapi kaumnya yang ingkar bahkan hendak membunuh beliau. Para kafir Quraisy yang licik tak segan-segan memerangi nabi dan menyiksa orang-orang muslim yang lemah.

Adanya kisah al-Quran tentang nabi-nabi terdahulu bisa memberikan semangat kepada nabi bahwa para nabi pun juga mendapatkan gangguan yang sama, dan mereka bersabar hingga bisa melaksanakan tugasnya.

Dalam al-Quran disebutkan:

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

“Kisah-kisah rasul itu Kami ceritakan semuanya kepadamu (Muhammad), agar dengan itu Kami teguhkan hatimu; dan telah datang darinya segala kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang-orang yang beriman” (Hud: 120).

4. Membenarkan dakwah para nabi terdahulu juga menghidupkan kenangan terhadap mereka serta mengabadikan jejak dan peninggalannya baik berupa benda maupun berupa syari`atnya seperti jejak dan syariat nabi Ibrahim As tentang Qurban.

Sebagaimana kita tahu bahwa beberapa syariat yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu juga masih kita laksanakan. Di antaranya adalah haji, berkurban dan puasa. Penyebutan kisah nabi-nabi tentang haji dan qurban misalnya bisa kita ambil manfaatnya sebagai hikmah serta membuat ibadah-ibadah tersebut memiliki arti yang mendalam.

Selain itu kita juga bisa mengenang kisah-kisah mereka sehingga bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut. Berikut ini kisah tentang qurban misalnya:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ . فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ. وَنَٰدَيْنَٰهُ أَن يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ . قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ . إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ . وَفَدَيْنَٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ . وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْءَاخِرِينَ
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orangorang yang datang Kemudian” (Q.S. Al-Shaffat/37: 102-108)
Dengan adanya kisah ini, kita bisa memaknai ibadah qurban secara lebih mendalam berupa benar-benar berserah diri kepada Allah swt.

5. Dakwah dan tantangan nabi Muhammad Saw dalam menghadapi ketidak percayaan kaum musyrikin tentang kerasulan Muhammad Saw.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.”

6. Menyimak kebohongan ahli kitab dengan hujjah yang membeberkan keterangan dan petunjuk yang mereka sembunyikan dan menantang mereka dengan isi kitab mereka sendiri sebelum kitab itu diubah dan diganti. 

Contoh dari hal ini adalah sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah Swt:

كُلُّ ٱلطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسْرَٰٓءِيلُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ مِن قَبْلِ أَن تُنَزَّلَ ٱلتَّوْرَىٰةُ ۗ قُلْ فَأْتُوا۟ بِٱلتَّوْرَىٰةِ فَٱتْلُوهَآ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
"Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Yaqub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: (Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum Taurat) maka bawalah Taurat itu lalu bacalah ia jika kamu orangorang benar." (Q.S. Ali Imran: 93)
Para ahli kitab senantiasa mengada-ada dan membuat aturan tersendiri dengan mengingkari ajaran nabi. Maka dengan adanya tantangan ini membuat ahli kitab tidak bisa melawan dan jika mereka terbuka hatinya maka akan menerima namun jika tidak maka mereka telah tertutup hatinya.

7. Sebagai semangat dan persiapan umat Islam serta nabi sendiri dalam menghadapi tantangan yang berat. 

Salah satunya dalah kisah nabi Musa dan Firaun dimana nabi Musa dikejar-kejar hendak dibunuh. Namun dengan kesabarannya, pertolongan Allah pun datang dan menolong nabi Musa serta bani Israil.

Juga salah satu manfaatnya kisah dari al-Quran adalah sebagai informasi bagi kita yang berguna untuk penelitian sejarah karena kisah dalam al-Quran adalah kisah yang berisi kebenaran.